Hiii Ngeri! Mirip Vampir, Cuscuta Pentagona Hisap DNA Mangsa dan Bertukar ‘Pesan’ Genetik


SURATKABAR.ID – Apa yang ada di dalam pikiran Anda ketika mendengar tentang vampir? Jika menilik dari film-film garapan Hollywood yang mengangkat tema tentang sosok satu ini adalah pria berusia ribuan tahun dengan wajah tampan dan mata dingin yang memabukkan.

Meski memiliki kehidupan yang mengerikan, namun karena pesona yang mereka miliki sanggup bikin kita dimabuk kepayang dan berharap ada vampir tampan di dunia nyata. Jangan khawatir, karena ternyata ada vampire yang dapat Anda jumpai. Cuscuta Pentagona.

Dilansir dari laman NationalGeographic.Grid.ID pada Selasa (12/6/2018), Cuscuta Pentagona ini menyerupai pohon anggur yang merambat. Ia memiliki kemampuan menggulung kemudian menusuk batang tanaman korban, lalu menghisap seluruh nutrisi dari tubuh mangsa yang sedang sial.

Cuscuta Pentagona sebenarnya lebih dikenal sebagai ‘gulma pencekik’. Tak hanya menghirup air serta nutrisi dari inang, mereka juga bertukar ‘pesan’ genetik dengan para korban yang berupa tanaman-tanaman umum.

Penemuan terbaru ini menunjukkan bahwa tanaman memiliki cara sendiri untuk berkomunikasi. Dan diharapkan hasil penelitian tersebut dapat membantu para peneliti dalam memahami cara melawan tanaman parasit perusak tanaman pangan di seluruh belahan dunia.

Baca Juga: Tak Kalah Langka, Inilah Pesona Si Eksotis Anggrek Hitam Papua yang Harganya Bikin Merem Melek!

“Parasit ini adalah parasit baik, sehingga tidak cepat membunuh inangnya,” jelas James Westwood, penulis penelitian, sekaligus profesor patologi tanaman, fisiologi dan ilmu gulma dari Virginia Tech di Blacksburg, Virginia, seperti dikutip dari Nationalgeographic.Grid.ID.

Bersama rekan-rekannya, Westwood mempelajari cara gulma pencekik ini dalam menghabisi nyawa mangsanya. Mereka memberikan tomat dan tanaman kecil Arabidopsis sebagai korban yang akan diserahkan kepada Cuscuta Pentagona.

Cara Sang Gulma Pencekik Habisi Korban

Meski dikatakan mirip vampir, namun sama sekali tidak ada hal mistis tentang tanaman merambat satu ini. Setelah melilit batang mangsa, gulma pencekik akan menggunakan haustoria, pelengkap tajam, untuk menembus jaringan inang dan mendapatkan gula dan nutrisi lain dari tubuh korbannya.

Sebelumnya, Westwood telah menemukan bahwa sembari mengangkut nutrisi, Cuscuta Pentagona juga mengambil RNA, sel bahan genetik yang memiliki kegunaan sebagai penterjemah pada DNA organism eke dalam mesin seluler atau protein.

Para ilmuwan melakukan penelitian terhadap gerakan sejenis RNA yang disebut messenger RNA (mRNA), yakni pesan-pesan genetik yang mereka gunakan untuk mengontrol pertumbuhan, mulai dari bentuk daun dan juga pertumbuhan akar tanaman.

Westwood dan koleganya mengurutkan mRNA milik gulma pencekik yang tumbuh pada tomat dan Arabidopsis secara genetik.  Ditemukan, sejumlah molekul kecil yang meski dianggap terlalu rapuh untuk melewati antar spesies tanaman, bergerak dari tanaman inang ke gulma pencekik dan juga sebaliknya.

Hasil akhir penelitian hampir setengah mRNA tanaman Arabidopsis ditemukan pada tanaman parasit. Lalu sekitar seperempat mRNA parasit juga ditemukan pada tanaman inang Arabidopsis. Pada tanaman inang tomat, ditemukan jumlah mRNA yang lebih kecil mengalir dari dan ke gulma pencekik.

Yang lebih mengejutkan adalah, pada saat bersamaan, gulma pencekik juga mengirimkan pesan untuk tanaman inang. Pesan tersebut beroperasi dan kemudian menyebabkan daya tahan tuan rumah lebih lemah, seperti yang dijelaskan Westwood.

Meski diperlukan banyak penelitian lain untuk lebih memahami cara tanaman vampir ini berkomunikasi, namun tetap saja hasil penelitian tersebut sukses mengetahui cara baru antar spesies tanaman berkomunikasi.

“Kita tidak pernah berpikir bahwa RNA bisa menjadi sinyal dengan lingkungan,” ungkap Westwood yang kemudian menambahkan bahwa jenis komunikasi antar spesies tanaman tersebut “Mungkin lebih umum daripada yang kita pikirkan.”