Tak Banyak yang Tahu, Inilah Filosofi di Balik Patung Liberty Amerika Serikat


SURATKABAR.IDPatung Liberty tak hanya merupakan icon yang identik dengan Negeri Paman Sam. Patung setinggi 93 meter ini juga merupakan simbol dari kebebasan publik Amerika Serikat. Namun tak banyak yang tahu siapa sebenarnya sosok wanita ini, serta filosofi apa yang terkandung dalam sejarah pembuatannya. Liberty adalah wanita yang sangat terkenal tak hanya di Amerika tapi juga di seluruh dunia. Meski demikian, ia tidak dilahirkan di sana.

Menurut catatan sejarah seperti dikutip dari reportase Liputan6.com, Minggu (25/02/2018), Patung Liberty tiba di Pulau Bedloe, New York Harbor pada 19 Juni 1885, atau 132 tahun silam. Patung tersebut dikirim dalam bentuk 350 potongan di dalam bungkusan 200 dus. Setelah dirakit kembali, patung itu secara resmi dipersembahkan pada tanggal 28 Oktober 1886 oleh Presiden Cleveland.

Hadiah Persahabatan Prancis dan AS

Patung Liberty ini merupakan hadiah dari Pemerintah Prancis sebagai simbol persahabatan antara AS dan Prancis. Hadiah ini diberikan bertepatan dengan 100 tahun deklarasi kemerdekaan Amerika. Oleh sebab itulah Patung Liberty ini punya nama khusus dalam bahasa Prancis. Liberty yang juga disebut sebagai Liberty Enlightening the World dalam bahasa Inggris, juga disebut La Liberté éclairant le monde dalam bahasa Prancis, yang merepresentasikan “sebuah kebebasan dan demokrasi dalam bernegara”.

Namun demikian, sumber lain mengatakan bahwa hal ini adalah mitos belaka, karena pada kenyataannya, meski Prancis terlibat, sebagian besar biaya pembangunan patung ini diperoleh dari publik Amerika. Demikian sebagaimana dilansir dari Travel.Dream.co.id.

Simbol Selamat Datang untuk Para Imigran

Selain itu, Liberty juga menjadi simbol selamat datang untuk imigran dan orang Amerika yang merantau lalu kembali lagi ke negara tersebut. Di tahun 1943, berdirinya Patung Liberty menyambut 12 juta imigran yang tiba di Amerika Serikat. Para pendatang berharap Patung Liberty ini menjadi simbol untuk mewujudkan harapan dan kebebasan di Negeri Paman Sam.

Pembuatannya Juga Dibantu oleh Perancang Menara Eiffel

Seperti tercantum dalam Americalibrary.gov, Patung Liberty ini dibuat dari lempengan tembaga yang dilebur bersama baja oleh pematung Prancis bernama Frederic-Auguste Bartholdi. Dalam pengerjaannya, ia dibantu oleh Insinyur Gustave Eiffel, perancang menara Eiffel. Setelah Liberty beres dikerjakan, Gustave Eiffel kemudian pergi ke Paris untuk mengusulkan pembangunan Menara Eiffel.

Patung Liberty Memakai Wajah Ibu dari Pematungnya

Konon, sosok Miss Liberty adalah ibunda dari Bartholdi sendiri, sang pematung. Sementara sumber lain menyebut bahwa Nona Liberty merupakan sosok wanita muslimah.

Patung Hampir Berakhir di Terusan Suez

Menurut pihak pengelola Taman Nasional AS atau US National Park, mulanya Bartholdi sempat mengikuti sayembara pembangunan menara mercusuar untuk Terusan Suez di Mesir. Bartholdi kemudian mendesain patung besar wanita berjubah—yang meniru gaya perempuan pedesaan—sambil memegang obor. Proposal itu ia beri nama ‘Egypt Brings Light to Asia’ alias ‘Mesir pembawa cahaya bagi Asia’.

“Bartholdi menghasilkan serangkaian sketsa, yang awalnya mengusulkan patung raksasa tersebut sebagai gambaran ‘fellah’ atau yang diartikan sebagai penduduk pedesaan Arab. Namun kemudian, secara bertahap berkembang sebagai dewi yang kolosal,” ungkap Edward Berenson, seorang sejarawan yang menuliskan histori Patung Liberty.

Dalam benak Bartholdi, ia memilih sosok muslimah untuk dipatungkan karena sebagian besar penduduk Mesir saat itu adalah muslim, sekitar 86 persen di Alexandria dan Kairo, dan 91 persen di area lain.

Namun proposal Bartholdi ini ditolak mentah-mentah oleh Pemerintah Mesir. Patungnya tak jadi didirikan di Terusan Suez. Konsep patung ini kemudian dikembangkannya untuk pembuatan Patung Liberty bagi Amerika Serikat dengan biaya pembuatan sekitar US$ 250 ribu atau lebih dari US$ 5,5 juta kurs saat ini.

Ditetapkan Sebagai Monumen Nasional

Pada tahun 1924, Presiden Calvin Coolidge menetapkan patung tersebut sebagai monumen nasional. Dan 60 tahun kemudian patung tersebut direstorasi, dengan menggunakan sebuah obor baru yang nyala apinya tertutup daun emas. Tahun 1984, Patung Liberty masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO. Kemudian Presiden Ronald Reagan meresmikan kembali patung tersebut pada 4 Juli 1986.

Sempat Ditutup 

Setelah serangan teroris 11 September 2001, Patung Liberty sempat ditutup. Sebagian dari patung ini mulai dibuka pada tahun 2004. Dan mahkotanya baru dibuka kembali untuk umum pada 4 Juli 2009.

Penciptanya Tak Menyadari jika Lady Liberty Akan Berubah Hijau

Bartholdi awalnya ingin Patung Liberty memiliki warna emas. Namun timnya tak menyadari dan mengantisipasi bahwa penciptaan patung yang menggunakan bahan tembaga ini akhirnya akan berubah menjadi hijau seiring perubahan waktu. Demikian sebagaimana dilansir dari Travelandleisure.com.

Thomas Alva Edison Hampir Membuat Lady Liberty Mampu Bicara

Edison sempat ingin meletakkan phonograph besar dalam patung Liberty agar si patung bisa berbicara. Dia ingin melihat Lady Liberty tampak seperti sedang memberikan pidato yang bisa didengar di utara Manhattan. Namun untungnya hal tersebut urng dilakukan karena hasilnya pasti jadi menyeramkan.

Rantai di Kaki Lady Liberty Melambangkan Akhir Perang Saudara

Berkat keterlibatan dan perjuangan budak-budak Prancis seperti Edouard de Laboulaye, Patung Liberty bisa berdiri. Pembuatan patung itu awalnya ditujukan untuk merayakan akhir dari perbudakan di Amerika, yang direpresentasikan lewat rantai yang rusak di kaki Lady Liberty.

40 Cakram Kosong di Alas Liberty Adalah Simbol Kegagalan Penggalangan Dana oleh Negara-Negara Amerika

Bartholdi rupanya cukup terkendala dalam mengumpulkan dana pembangunan patungnya. Ia mengirimkan perwakilan ke seluruh Amerika untuk mencoba mendapatkan dukungan finansial di tingkat negara. Ia meninggalkan 40 puluh cakram kosong di dasar patung untuk mewakili 40 negara bagian (pada saat itu masih 38 negara bagian).