2 Turis Asing Dituduh Mencuri, Mereka Langsung Dibeginikan Oleh Warga Gili Trawangan


2-turis-asing-dituduh-mencuri-mereka-langsung-dibeginikan-oleh-warga-gili-trawangan-cover

SURATKABAR.IDFoto dua orang wisatawan asing yang diarak karena diduga telah mencuri mengemuka beberapa pekan yang lalu. Dua wisatawan tersebut telihat berjalan kaki bersama dengan para petugas berseragam di Gili Trawangan, Nusa Tenggara Barat. Di lehernya digantung tulisan ‘saya mencuri, jagan lakukan apa yang saya lakukan’.

Ternyata, kedua turis asing tersebut berasal dari Austalia yang melakukan wisatanya di Pulau Gili Trawangan. Kedua turis tersebut ditangkap petugas kemanan setempat lantaran telah mencuri sepedah.  Mereka adalah seorang pria berinisial BJ (26) dan seorang wanita TA (25).

Mereka dituduh telah mencuri sepedah dan buktinya adalah sebuah rekaman. Rencana sebelumnya ingin jalan-jalan malah berujung dibatalkan karena terpaksa berurusan dengan pihak petugas setempat. Mereka berdua mengaku bersalah dan bersedia memberikan kompensasi atas kerugian yang telah ditumbulkan. Mereka juga tidak segan jika diusir dari pulau.

Akhirnya, mereka diarak untuk menimbulkan efek jera. Setelah selesai diarak, mereka langsung diperintahan untuk meninggalkan pulau. Kepada desa di pulu tersebut berharap orang-orang yang pernah berbuat jahat di dalam daerah kawasannya untuk tidak pernah kembali lagi.

Mengarak mereka yang bersalah di Pulau Gili Trawangan ini merupakan kesepakatan yang telah dibuat oleh penduduk setempat dan juga kepolisian. Jadi bisa dibilang praktik mengarak tersebut sudah lama terjadi.

Berdasarkan pada sumber yang dilanasir dari bbc.com, Lalu Muhamad Fauzal selaku Kepala kantor pariwisata provinsi Nusa Tenggara Barat menjelaskan jika kesepatakan tersebut diambil lantaran kehadiran polisi di Gili Trawangan hanya bersifat sementara. Jadi bisa disebut jika untuk menjaga keamanan di Gili Trawangan, warga pulau bahu membahu untuk melakukannya.

Untuk menjaga keamanan dan ketertiban wilayah, praktik mengarak tersebut akan dilakukan karena tidak ada pilihan lain. Diterapkan untuk masyarakat setempat ataupun juga wisatawan asing sekalipun.