Ahmad Dhani dan Krishna Murti Saling Tuduh Catut Nama Presiden Jokowi, Siapakah yang Berbohong?


krishna murtiRasa ketidaksenangan salah satu musisi kondang Tanah Air, Ahmad Dhani terhadap Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau kerap dipanggil Ahok, nampaknya tidak pernah surut.

Sebelumnya, Dhani pernah melakukan psywar terhadap Ahok melalui media sosial dan juga memberikan komentar-komentar miring terhadap semua kebijakan yang telah dilakukan Ahok selama menjabat sebagai gubernur.

Dirasa tidak mendapatkan gubrisan atau tidak ditanggapi oleh Ahok, Dhani seraya melakukan aksi turun ke jalan dengan berencana menggelar aksi unjuk rasa yang bertajuk “Panggung Rakyat Tangkap Ahok” di depan gedung lama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sayangnya, sebelum acara benar-benar digelar, menurut Dhani, truk trailer yang digunakan untuk mengangkut sound system serta sebuah mobil APV dan 5 orang krunya ditangkap dan digelandang oleh pihak kepolisian.

Selang beberapa saat dengan kejadian tersebut, Dhani mengatakan bahwa Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menghubungi dirinya untuk melarang aksi demo tersebut atasinstruksi dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi).

“Saya kemarin ditelepon Dirkrimum. Pak Dir bicara ke saya, katanya, instruksi presiden enggak boleh demo di KPK,” kata Dhani di samping gedung lama KPK, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis siang (2/6/2016), seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Dhani pun mengatakan bahwa dia heran kenapa larangan tersebut datang dari Jokowi.

“Kenapa Presiden ngurusin demo di KPK?” ungkapnya.

Tentu saja, ucapan Dhani tersebut langsung banyak dimuat di berbagai media dan sebagai seorang yang menghubungi, Krishna Murti justru menyangkal bahwa dia pernah mengatakan hal tersebut, apalagi mencatut nama Jokowi.

“Saya tidak pernah sama sekali membawa nama Presiden seperti yang dikatakan Dhani, malah yang bersangkutan menyebut dalam SMS ke saya dan masih ada,” ujar Krishna.

Dalam klarifikasinya, Krishna Murti membenarkan bahwa dia sempat menghubungi Dhani terkait rencana aksi demo tersebut, namun justru Dhani-lah yang mencatut nama Presiden, bukan dirinya.

Krishna Murti hanya meminta Dhani untuk tidak melakukan aksi demo tersebut di tempat yang dilarang sesuai undang-undang dan juga penggunaan truk trailer tersebut dapat mengganggu keamanan serta ketertiban lalu lintas di sekitar lokasi. Selaku penegak hukum, tentunya Krishna Murti berhak untuk memberitahukan sampai dengan melarang aksi demo tersebut.

Entah siapa yang berbohong atau bicara jujur dalam hal ini, namun Krishna Murti mengatakan bahwa dia masih menyimpan bukti SMS dari Dhani serta apa yang dilakukannya sesuai dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 228 Tahun 2015 tentang Pengendalian Pelaksanaan Penyampaian Pendapat di Muka Umum pada Ruang Terbuka.

Di dalam Pergub tersebut menjelaskan secara tegas bahwa ada 3 tempat yang dapat digunakan untuk menyampaikan aspirasi dengan menggunakan massa, yaitu di alun-alun DPR, Silang Selatan Monas, dan Parkir Timur Senayan.

Seiring dengan mencuatnya saling tuduh antara Dhani dan Krishna Murti yang mana salah satunya dikatakan mencatut nama Presiden Jokowi serta larangan demo atas instruksi Presiden, pihak istana juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes tersebut bahwa tidak ada perintah atau instruksi untuk melarang Dhani berunjuk rasa.

“Tidak mungkin Presiden menelepon seorang Direktur Kriminal Umum di Polda Metro Jaya. Dari mekanismenya saja sudah tidak mungkin,” ujar Johan Budi, staf khusus Presiden Bidang Komunikasi.

Rasa tidak suka dan penggembosan terang-terangan terhadap aparatur negara, bukan kali ini saja dilakukan oleh Dhani. Se belum Jokowi menjabat sebagai Presiden RI, pentolan grup band Dewa tersebut juga sering menyerang Jokowi melalui media sosial.

Setelah Jokowi menjabat sebagai Presiden, psywar yang dilancarkan agak sedikit mengendur karena dia harus melancarkan serangan ke dua arah, yaitu terhadap Ahok yang dirasa merupakan ‘golongan’ Jokowi.