Heboh Lem Aibon Rp 82 Miliar, PSI Juga Pertanyakan Ballpoint Senilah Rp 124 Miliar


SURATKABAR.ID – Sebelumnya ramai diperbincangkan di media sosial mengenai anggaran lem aibon dengan nilai yang sangat fantastis Rp 82,8 Miliar banyaknya. Anggaran ini tercantum dalam Organisasi Suku Dinas Pendidikan Wilayah 1 Jakarta Barat.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI yang bernama William Aditya mempertanyakan usulan anggaran tersebut. Menurutnya, angka yang sangat fantastis tersebut tidaklah wajar untuk pembelian lem saja.

“Ini usulan dari mana? Kenapa lem aibon dan kenapa angkanya besar sekali? Saya minta Gubernur jelaskan, jangan buang badan ke anak buah,” kata William dalam keterangan tertulis, seperti yang dilansir Suratkabar.id dari MediaIndonesia.com

Baca juga: Viral Anggaran Fantastis Rp5 M untuk Influencer Luar Negeri, Begini Penjelasan Dinas Pariwisata DKI…

William mengaku tidak puas dengan alasan salah input di sistem e-budgeting Pemprov DKI. Pasalnya, pembahasan sudah final dan diharapkan tidak ada kesalahan fatal seperti sekarang ini.

Tidak hanya itu saja yang menyita perhatian William, ia juga menyoroti usulan anggaran ballpoint sebesar Rp 124 miliar oleh Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur. Ada pula usulan 7.313 komputer dengan harga Rp 121 miliar server dan storage senilai Rp 66 miliar oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik.

“Itu baru sebagian saja, masih ada puluhan lainnya yang akan kami tanyakan satu-satu. Kami sudah ikuti rapat Komisi beberapa hari ini, dan tiap kali diminta buka detail anggaran, Pemprov selalu mengelak. Saya mau tahu yang mengusulkan siapa dan alasannya apa nilai-nilai yang diajukan fantastis sekali. Jangan sampai DPRD hanya jadi tukang stempel Gubernur,” ucap William.

Anggota Fraksi PSI ini juga meminta Gubenur Anies untuk masyarakat bisa mengakses kembali website apbd.jakarta.go.id dan meminta supaya website tersebut kembali aktif. William menekankan pentingnya keterbukaan.