Tegas! AHY Sebut Arief Poyuono Lakukan Fitnah Terhadap Demokrat, Soal Apa?


SURATKABAR.ID – Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) secara tegas menolak buka suara untuk mengomentari pernyataan yang dilontarkan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono soal permintaan agar PD mundur dari Koalisi Adil Makmur.

Seperti yang diwartakan oleh CNNIndonesia pada Rabu (15/5/2019), koalisi yang merupakan pengusung Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno ini terdiri dari Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai keadilan Sejahtera (PKS), Partai Berkarya, dan Partai Demokrat.

AHY menyebut bahwa komentar yang dicelotehkan Arief Poyuono, di mana ia meminta partai berlambang bintang mercy tersebut untuk melepaskan diri dari koalisi Prabowo-Sandiaga hanyalah sebuah fitnah belaka.

“Saya tidak ingin mengomentari fitnah tersebut. Yang jelas sudah ada statement dari Partai Demokrat,” ujar AHY yang ditemui di Museum Kepresidenan Balai Kirti, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, pada Rabu (15/5) kemarin.

Putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengaku tidak ingin terlibat dengan urusan komentar-komentar miring seperti yang dilontarkan oleh Arief Poyuono. AHY lalu menegaskan dirinya tak tahu-menahu maksud dari pernyataan tersebut.

Baca Juga: Tanggapi Poyuono yang Ngaku Batalkan AHY Jadi Cawapres, PD: Berarti Prabowo Bisa Disetir

“Saya ingin menjaga suasana hari ini selalu positif. Saya tidak ingin juga berurusan komentar-komentar seperti itu. Saya tidak tahu juga maksudnya apa,” ujar AHY.

Saat disinggung apakah Partai Demokrat akan bergabung dalam koalisi Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin, AHY mengaku belum ada pembicaraan terkait hal itu di internal. Ia mengatakan bahwa pertainya hingga saat ini masih memantau penghitungan suara, baik pilpres maupun pileg.

“Kami juga punya tugas untuk mengelola dan memonitor hasil pemilu legislatif. Kami ingin tidak hanya pilpres yang diurus, tetapi juga pileg juga sangat penting,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota Juru Kampanye Nasional Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Arief Poyuono, meminta Partai Demokrat yang tergabung dalam Koalisi Adil Makmur untuk segera mengundurkan diri.

Adapun pengunduran tersebut, ujar Arief, harus dilakukan Demokrat apabila partai yang diketuai Susilo Bambang Yudhoyono ini terus bersikap tidak tagas dalam memberikan dukungannya kepada Prabowo-Sandiaga.

“Demokrat sebaiknya keluar saja dari Koalisi Adil Makmur, jangan elite-nya dan ketum kayak serangga undur-undur ya. Mau mundur dari koalisi saja pakai mencla-mencle segala. Monggo keluar saja,” ujar Arief melalui pesan singkat pada Jumat (10/5) lalu.

Terkait pernyataan tersebut, Arief menolak meminta maaf. Ia bersikeras agar Demokrat cabut dari koalisi.

Namun belakangan, Ketua DPP Geridnra Ahmad Riza Patria angkat bicara menyampaikan permohonan maaf kepada Partai Demokrat terkait pernyataan pedas Arief Poyuono yang meminta partai besutan SBY tersebut keluar dari Koalisi Indonesia Adil Makmur.

Riza Patria menilai, pendapat Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono itu murni sikap pribadi yang sama sekali tidak mencerminkan pendapat partai.

“Kalau ada pernyataan dari penguruskah, kaderkah, simpatisankah yang menyinggung pihak mana pun, saya menyampaikan permohonan maaf. Terkait masalah Arief Poyuono itu pernyataan pribadi, bukan kepentingan Pak Prabowo, partai, atau pun koalisi,” ujar Riza, Senin (13/5).