Menyandang Status Tersangka Makar, Eggi Sudjana: Mestinya Langsung Ditangkap


SURATKABAR.ID – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana menyebut polisi telah melakukan kesalahan besar ketika mengusut kasus dugaan makar yang menyeret namanya. Ia menilai polisi menyalahi aturan dan bergerak dengan sangat lambat dalam mengusut kasus makar.

Seperti dilansir dari laman JPNN.com pada Kamis (9/5/2019), polisi telah menaikkan status Eggi menjadi tersangka dalam kasus dugaan makar, Rabu (8/5) kemarin. Adapun penetapan tersangka atas Eggi diambil setelah polisi melakukan pengusutan atas kasus dugaan makar berbekal laporan masyarakat.

“Poinnya ialah polisi tidak mengindahkan tahapan-tahapan. Sebab, kalau tuduhannya makar, tidak perlu namanya laporan polisi,” ujar Eggi yang ditemui di Jakarta pada Kamis (9/5).

Eggi, lebih lanjut, mengatakan bahwa kasus makar bukanlah perkara yang kecil. Polisi memiliki kewajiban untuk menangkap mereka yang terindikasi berbuat makar. Apalagi jika orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar.

Baca Juga: Ahmad Dhani: Waspadai Penangkapan Penculikan Tokoh Atas Nama Makar II

“Kalau saya betul-betul makar, mestinya langsung ditangkap. Namanya makar,” ujar Eggi.

Pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini juga menjelaskan bahwa pidana makar dapat sangat membahayakan negara. Selain daripada itu, pidana makar juga membahayakan keselamatan pemimpin Indonesia.

“Pasal 104 KUHP, makar itu adalah membunuhpresiden dan wakil presiden. Pasal 106 KUHP, makar itu adalah menggerakkan daerah seluruhnya atau sebagian. Pasal 107 KUHP makar itu ialah menggulingkan pemerintahan yang sah,” jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Eggi Sudjana mengaku heran dengan keputusan kepolisian yang menetapkan dirinya sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar. Menurutnya, aparat penegak hukum telah melakukan kesalahan penyidikan hukum.

“Kesalahan konstruksi hukum. Jadi, kami persoalkan adalah capres. Bukan presiden,” ujar Eggi di Jakarta, pada Kamis (9/5).

Eggi sendiri mengaku dirinya pernah menyerukan people power di depan publik. Namun, ia mengatakan, seruan itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan pemerintah terpimpin di Indonesia.

Seruan tersebut ia alamatkan kepada Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) yang dinilai telah berbuat curang dalam gelaran Pemilu 2019.

“Jadi kalau kami people power dituduh makar. Itu salah alamat. Sebab, saya tidak mempersoalkan pemerintahan yang sah. Tidak. Saya hanya mempersoalkan capres yang curang. Itu yang harus digarisbawahi,” tegas Eggi.

Menurutnya, capres yang kedapatan berbuat curang bisa didiskualifikasi. Bawaslu seharusnya berani mengusut dugaan kecurangan seorang capres hingga tuntas. “Pasal 463 UU Pemilu 2019 harus didiskualifikasi dan hitung-hitungan yang salah itu harus dipidana empat tahun,” jelasnya.

Polda Metro Jaya menindaklanjuti laporan masyarakat yang dilayangkan kepada Eggi Sudjana terkait tudingan perbuatan makar. Dan kini status Eggi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh tim penyidik.