Jokowi Bikin Silatnas Honorer K2, FHK2-PGRI: Pasti Disuruh Mendukung Orang yang Sudah Membohongi


SURATKABAR.ID – Pengurus Pusat Forum Honorer K2 Persatuan Guru Republik Indonesia (FHK2-PGRI) Riyanto Agung Subekti kembali mengimbau kepada seluruh rekannya untuk lebih mengedepankan akal sehat menjelang pelaksanaan Pemilihan Presiden 2019 pada 17 April mendatang.

Riyanto, seperti yang dihimpun dari laman JPNN.com, Rabu (3/4/2019), meminta para honorer K2 untuk tidak dengan mudahnya terbuai oleh janji-janji manis penyelenggara silaturahmi nasional (Silatnas) bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya yakin dengan trik Silatnas Honorer K2 ini, banyak momen-momen terselubung. Apalagi tempatnya di Bandung jelas arahnya sudah bisa ditebak. Pundi-pundi bisa terkumpul masuk kantong panitia dan honorer yang hobi dibohongi pasti disuruh mendukung orang yang sudah membohongi,” ujar Riyanto, Rabu (3/4).

Pria yang lebih akrab disapa dengan panggilan Itong ini juga mengingatkan kembali para honorer K2 soal janji Jokowi pada Pilpres 2014 lalu, di mana akan ada pengangkatan tenaga honorer menjadi pegawai negeri sipil (PNS).

Baca Juga: Rustiningsih, Mantan PDIP yang Kini Melawan Jokowi

Janji tersebut bahkan dituangkan dalam Piagam Ki Hajar Dewantara. Namun sayangnya, setelah selama empat tahun setengah menduduki kursi pemerintahan, Jokowi malah menggiring honorer K2 untuk menjadi Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Coba janji-janji mana yang sudah ditepati Jokowi. Mari kita lihat janji Jokowi saat kampanye Pilpres 2014. Ada sembilan piagam perjuangan kontrak politik Jokowi. Kesemuanya tidak dipenuhi. Apa masih mau dibohongi lagi? Mikir dong,” selorohnya pedas.

Berikut ini kesembilan Piagam Perjuangan Rakyat yang ditandatangani Jokowi ketika kampanye untuk Pilpres 2014:

1. Piagam Marsinah, yang berisi komitmen Jokowi untuk melindungi buruh dan pembangunan industri nasional

2. Piagam Perjuangan Satinah, yang berisi komitmen Jokowi untuk melindungi tenaga kerja Indonesia (TKI)

3. Piagam Perjuangan Ki Hajar Dewantoro, yang berisi komitmen Jokowi untuk dunia pendidikan

4. Piagam Perjuangan Marhaen, yang berisi komitmen Jokowi untuk para petani Indonesia

5. Piagam Perjuangan Prof Soeharso, yang berisi komitmen Jokowi untuk melindungi kaum disabilitas Indonesia

6. Piagam Perjuangan Al Mizan, yang berisi komitmen Jokowi untuk pluralisme Indonesia

7. Piagam Perjuangan Abdoel Moeloek, yang berisi komitmen Jokowi untuk melindungi tenaga kesehatan untuk mewujudkan sistem jaminan sosial universal, seperti yang diamanatkan oleh konstitusi

8. Piagam Perjuangan Karangsong Desa di Indramayu, Jawa Barat, yang berisi komitmen Jokowi terhadap kaum nelayan di seluruh Indonesia

9. Piagam Perjuangan Al Fathaniyah, yang berisi komitmen Jokowi untuk membangun pesantren sebagai penjaga keberagaman di Indonesia melalui Bhinneka Tunggal Ika