Tak Sempat Berhubungan Badan, Icun Tewas di Tangan Lelaki Panggilan yang Disewanya


SURATKABAR.ID – Pembunuh Sisca Icun Sulastri (34), yang jasadnya ditemukan tanpa busana di apartemen Kebagusan City, tertangkap.

Pelakunya bernama Hidayat. Dari penangkapan itu terungkap fakta-fakta mengerikan. Ternyata Hidayat pria panggilan.

Hidayat membunuh Sisca Icun Sulastri sebelum melakukan hubungan badan. Motifnya sementara karena uang bayaran. Benarkah?

Wanita cantik, Sisca Icun Sulastri (34) bernasib nahas tewas dibunuh dengan sejumlah luka tusuk di tubuhnya. Kasus Kematian janda ini cukup bikin geger karena mayatnya ditemukan tanpa busana.

Baca Juga: Berani! 5 Artis Muda Ini Ternyata Pernah Lakukan Pemotretan Tanpa Bra

Setelah melalui sejumlah penyelidikan, polisi berhasil meringkus sang pelaku Hidayat yang berprofesi sebagai gigolo di rumahnya. Dia mengaku belum sempat melayani korban

“Pelaku berinisial HD, ditangkap beberapa jam yang lalu di kawasan Cilandak,” tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Komisaris Andi Sinjaya dikutip dari TribunJakarta.com, Kamis (20/12/18).

Dikutip dari Warta Kota, dalam pengakuan awalnya, pelaku bernama Hidayat (23) mengaku sebagai seorang gigolo atau pria pemuas nafsu yang dijanjikan akan dibayar Rp 2 juta jika bersedia menemani korban.

Satreskrim Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat ketika mendapat laporan temuan mayat dengan kondisi tanpa busana di Apartemen Kebagusan City pada Selasa (18/12/18) petang.

Olah TKP kemudian dilakukan.

Termasuk memeriksa sejumlah saksi dan rekaman kamera CCTV. Tak lama polisi berhasil mengenali ciri-ciri terduga pelaku. Pengejaran pun dilakukan.

Pada Kamis (20/12/18), keberadaan pelaku berhasil dilacak.

Polisi pun menyergap pelaku di kediamannya di Jalan Poncol RT01, RW07, Cilandak, Jakarta Selatan.

“Pelaku bernama Hidayat dan bekerja sebagai cleaning service. Kami tangkap dia di kediamannya,” kata Kompol Andi Sinjaya, Kamis (20/12/2018).

Kompol Andi Sinjaya menjelaskan kronologi peristiwa itu berdasarkan pengakuan awal pelaku.

Pada hari Minggu (16/12/18) pelaku dan korban janjian untuk kencan di tempat dan lokasi kejadian melalui aplikasi percakapan.

“Korban sejak pagi hari menghubungi pelaku melalui aplikasi tersebut dan meminta pelaku untuk menemani korban dan menjanjikan uang Rp 2.000.000,” kata Kompol Andi Sinjaya.

Sekitar pukul 17.30, pelaku tiba di apartemen dan menunggu korban untuk menjemput pelaku di kolam renang. Tak lama kemudian, korban menjemput pelaku dan kemudian naik bersama ke kamar korban.

Korban dan pelaku kemudian berdebat. Korban menjambak pelaku, kemudian keduanya berkelahi.

Perkelahian tak seimbang pun terjadi.

Pelaku mengambil pisau didekat meja televisi untuk mengancam korban. Namun, tampaknya korban tak gentar.

Korban dan pelaku terlibat perkelahian, berebut pisau hingga baju korban lepas.

Korban kemudian ditusuk di ulu hati, kemudian di pinggang kanan korban ditusuk sebanyak dua kali.  Dalam kondisi terluka parah, korban masih melawan dan berteriak.

Pelaku yang mulai panik mendekap korban dan menutup mulut korban dengan tangan. Karena masih melawan, pelaku menusuk nadi lengan kiri korban

“Setelah korban tak berdaya kemudian pelaku meninggalkan korban dengan membawa dompet korban, dua handphone korban, dan pisau,” kata Kompol Andi Sinjaya menambahkan.

Dalam arah perjalanan pulang, pelaku membuang dompet, pisau, jaket pelaku, dan kaos pelaku. Sementara, handphone korban disembunyikan di kuburan Poncol, Cilandak.

“Jaket pelaku, dompet korban, pisau yang digunakan pelaku membunuh korban di Kali Tempe dekat sekolah JIS. Handphone disembunyikan di kuburan Poncol dan perhiasan korban dijual di Pasar Mede Fatmawati,” kata Kompol Andi Sinjaya.