Seiring Melemahnya Rupiah, Harga Telur Semakin Melonjak


SURATKABAR.ID Harga telur melambung beberapa waktu belakangan ini. Jika saat lebaran telur di sejumlah daerah masih berada di kisaran Rp22 ribu per kilogram beberapa waktu belakangan harganya terus merangkak naik sampai ke atas Rp30 ribu-an per kilogram.

Tidak ingin kenaikan harga tersebut membebani masyarakat, pemerintah bertindak. Pekan ini, pemerintah mulai menggelar operasi pasar agar harga telur bisa diturunkan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa operasi pasar dilakukan besar- besaran dengan menyasar kota besar. Amran mengatakan bahwa operasi pasar dilakukan karena kenaikan harga telur tidak dipicu oleh kelangkaan pasokan telur.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa produksi telur antara Januari hingga Mei masih mencapai 733.421 ton, jauh lebih kecil dari kebutuhan yang hanya 722.508 ton, dilansir dari CNNIndonesia.com.

Hasil operasi pasar walau diklaim Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita efektif, tapi berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) belum bisa menurunkan harga telur sampai ke level harga saat Lebaran 2018 lalu.

Baca Juga: Selain Pakan, Mendag Sebut Harga Telur Melonjak Gara-Gara Piala Dunia. Kok Bisa?

Haryanto dari Institut Pertanian Bogor (IPB) yang pernah menjadi staf khusus bidang pangan era SBY mengatakan, ebaran yang telah berlalu membuat permintaan kembali normal. Artinya, kenaikan harga bersumber dari sisi penawaran.

Produksi telur dapat diproduksi sepanjang tahun atau tidak tergantung pada musim. Produksi yang turun dengan permintaan yang tidak berubah membuat harga naik.

Ia melanjutkan, stabilitas harga telur sangat bergantung pada pengelolaan sisi penawaran, ketersediaan input berupa pakan, Day Old Chick (DOC), obat-obatan yang tepat jumlah, kualitas, waktu dan harga yang stabil menjadi keharusan.

“Saat ini fenomena lonjakan harga merupakan mekanisme koreksi terhadap melemahnya nilai tukar rupiah,” tuturnya.

Diketahui, harga telur yang dijual selama operasi pasar di Toko Tani Indonesia Center (TTIC), Jakarta Selatan, seharga Rp 19.500 per kilogram dan hanya boleh membeli maksimal 2 kilogram.