Buka-Bukaan! Kenang Pilpres 2014, Cak Imin Kuak Pengakuan Hatta Rajasa


SURATKABAR.ID – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar saat menghadiri perayaan Imlek bersama komunitas Tionghoa yang digelar di Restoran Eka Ria, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (12/2), menyampaikan cerita lucu terkait pencalonan presiden pada 2014 lalu.

Dilansir dari laman Jawapos.com, pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku, pada 2014 silam, calon wakil presiden Hatta Rajasa mengungkapkan sebuah pengakuan menggelitik, di mana dirinya dan Prabowo Subianto kalah dalam pilpres, lantaran tak mendapatkan dukungan dari PKB.

“Sahabat saya, Hatta Rajasa pasangan Pak Prabowo setelah selesai pilpres bilang, ‘Ini kalah, kita kalah gara-gara nggak didukung PKB, andai saja PKB dukung Prabowo dan pasti menang,” tuturnya disambut riuh tawa para peserta, seperti yang dikutip dari laman Jawapos.com, Selasa (13/2/2018).

Cak Imin menambahkan, banyak pengamat yang memprediksi siapa pun calon presiden dan calon wakil presiden yang diusung oleh PKB pada Pilpres 2019 dipastikan akan meraih kemenangan. “Pengamat menyatakan hari ini, mengatakan sama, siapa pun yang didukung PKB itu yang menang,” tambahnya.

Hal tersebut dibuktikan saat PKB mendukung pasangan capres dan cawapres Joko Widodo dan Jusuf Kalla dalam Pilpres 2014 silam. “PKB-lah yang mengusung Pak Jokowi jadi presiden sama Pak JK jadi menang, banyak pengamat mengatakan siapa yang didukung PKB pasti menang,” ungkap Cak imin, dikutip dari laman Detik.com, Senin (12/2/2018).

Dalam kesempatan kali ini, PKB tak lupa meminta doa restu kepada seluruh peserta yang menghadiri acara refleksi tahun baru Imlek ini agar dapat menjelma menjadi partai yang lebih besar. Cak Imin berharap ke depannya PKB bisa menambah jumlah kursi di parlemen.

“Mohon doa restu semoga PKB semakin berperan, semakin bisa punya kewenangan dan kekuatan untuk bisa lebih mewarnai Indonesia di masa yang akan datang. Bapak-Ibu sekalian, PKB hari ini kursinya 47 kursi, 47 dari 550. Berarti untuk bisa mewarnai masi terbata-bata dan penuh kesulitan. 550 adalah warna nyata, tetapi 47 adalah warna semu. Pada 2019, PKB harus menjadi warna nyata di parlemen DPR RI,” papar Cak Imin.

Sebagai target yang ingin dicapai PKB pada Pemilu 2019 mendatang, Cak Imin menyebutkan setidaknya akan mendapatkan 100 kursi. Dengan demikian, maka posisi PKB di parlemen bakal lebih mantap dalam menentukan kebijakan.

“Setidaknya kita terus bekerja keras, setidaknya bisa 100 kursi di DPR RI, setidaknya. Jadi, kalau hari ini banyak kritik terhadap DPR RI, hari ini banyak yang memprotes, itu karena PKB masih kecil saja. Kalau PKB besar, insyaallah. Salah satu kritik terhadap DPR masih belum banyak produk UU yang memberi harapan baru yang memberi harapan Indonesia yang maju,” pungkasnya.