Rizal Ramli: Jokowi Saya Percaya Jujur dan Gak Neko-Neko, Tapi…


SURATKABAR.ID – Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menggambarkan calon presiden (capres) nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) merupakan sosok yang jujur dan tidak neko-neko. Namun sayang, menurutnya masih ada yang perlu diuji.

Rizal Ramli, seperti yang dilansir dari laman Jawapos.com pada Rabu (26/9/2018), mengungkapkan keberpihakan Jokowi terhadap rakyat Indonesia masih harus diuji. Salah satu contoh, sebutnya, kebijakan Pemerintah Jokowi terhadap petani.

“Pak Jokowi saya percaya dia jujur dan gak neko-neko, tapi keberpihakan perlu diuji. Beras sekarang lebih 1 juta ton, bawang juga. Kenapa beras harus impor hingga 2 juta ton,” celetuk Rizal Ramli di acara Kongkow Bisnis Pas FM, di Jakarta, pada Rabu (26/9) kemarin.

Dalam acara tersebut, Rizal Ramli menegaskan bahwa importasi bahan pangan menjadi komoditi paling rentan diselewengkan. Langkah yang diambil pemerintah tersebut tentu sangat merugikan para petani dan petambak.

Baca Juga: Jokowi Dapat Penghargaan sebagai Tokoh Pemerataan Pembangunan, Begini Sindiran Pedas Sandiaga

Ketika berkesempatan mengunjungi petambak garam di Surabaya, ia mendengar begitu banyak petambak yang mengeluhkan kebijakan impor pemerintah. Mereka menyayangkan keputusan pemerintah, pasalnya dianggap merugikan orang kecil.

“Mereka bilang impor kenapa ditambahin kalau kami panen garamnya jadi air,” ungkap Rizal Ramli menirukan keluhan yang disuarakan para petambak.

Sama halnya dengan di Jawa Timur. Rizal mengatakan, hari ini impor dinilai terlalu berlebihan hingga mencapai 2 juta ton. Mereka sejatinya tidak terlalu mempermasalahkan tingginya angka impor garam industri tersebut.

Namun bagaimanapun mereka tetap merasa khawatir jika 16 bulan mendatang waktu panen datang dan garam mereka tak laku di pasaran.

“Kalau pemerintah tak bisa meningkatkan kesejahteraan kami, mereka bilang jangan bikin kami tambah susah, lah,” pungkas Rizal Ramli.

Sebelumnya Joko Widodo (Jokowi) menerima penghargaan sebagai tokoh pemerataan pembangunan yang diserahkan oleh Ketua Umum Kamar Dagang dan Insustri (KADIN) Rosan P Roeslani dalam acara HUT 50 Tahun Kamar Dagang dan Industri di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Senin (24/9) lalu.

Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Uno yang turut menghadiri acara tersebut mengakui pencapaian Jokowi dalam pembangunan infrastruktur patut diapresiasi. Namun, kata Sandiaga, infrastruktur Jokowi belum berdampak terhadap penyediaan lapangan pekerjaan.

“Tidak memiliki efek yang signifikan dan substansial,” ujar Sandiaga, dikutip dari Kompas.com, Senin (24/9).