Jika Sepekan Jenazah Teroris Tak Diambil Keluarga, Polisi Bakal Lakukan Ini


SURATKABAR.ID Sampai dengan Jumat (18/5/2018) sore, masih ada empat jenazah terduga teroris yang menyerang markas Kepolisian Daerah Riau masih berada di kamar jenazah Rumah Sakit Bayangkara, Pekanbaru.

Pihak kepolisian mengaku bakal memakamkan mereka jika sampai dengan sepekan tidak ada pihak keluarga yang mengambilnya. Pemakaman itu sendiri bakal melibatkan Dinas Sosial.

“Kami punya kebijakan karena pertimbangan ketersediaan ruang dan tempat di rumah sakit, bila sepekan tidak diambil keluarga, kami akan makamkan dengan berkoordinasi dengan Dinas Sosial,” kata Kepala Bidang Humas Polda Riau Ajun Komisaris Besar Sunarto di Pekanbaru, Jumat (18/5/2018), dikutip dari tempo.co.

Baca Juga: MUI Sebut Pemakaman Jenazah Terduga Teroris Tak Perlu Tunggu Fatwa

Ia juga menerangkan jika hanya satu pihak yang mengubungi polisi. Mereka kemungkinan adalah keluarga dari Adi Sufyan alias Pogang, 26 tahun. “Mereka ingin mencocokkan wajah, apakah benar Pogang itu keluarga mereka,” kata Sunarto.

Sunarto menjelaskan jika untuk bisa mengambil jenazah tersebut, pihak keluarga meski mengantongi surat berita acara dari penyidik tentang permohonan pengambilan jenazah. Pasalnya, jenazah tersebut termasuk barang bukti dalam insiden penyerangan Mapolda Riau.

“Berita acara itu akan menjadi berkas penyidik,” ujarnya.

Adapun empat teroris yang tewas saat penyerangan tersebut yakni Mursalim alias Pak Ngah (48 tahun), Suwardi (28), Adi Sufyan (26) dan Daud (45).

Baca Juga: Kemenag Rilis 200 Mubaligh Pilihan, Kenapa Nama Ustaz Somad dan Ustaz Adi Hidayat Tidak Masuk?

Sebelumnya dikabarkan jika Densus 88 berhasil meringkus delapan terduga teroris di Kota Dumai, Riau. Beberapa di antaranya diduga masih memiliki hubungan darah dengan tersangka teror di Markas Kepolisian Daerah Riau.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaKemenag Rilis 200 Mubaligh Pilihan, Kenapa Nama Ustaz Somad dan Ustaz Adi Hidayat Tidak Masuk?
Berita berikutnyaBrutal! Teror di Amerika Tewaskan 10 Orang, Sebagian Besar Korbannya Pelajar