Presiden PKS Diperiksa Polda Terkait Kasus Pencemaran Nama Baik


    Presiden PKS, Sohibul Iman. Foto: Republika

    SURATKABAR.IDPolisi memanggil Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Sohibul Iman. Sohibul pun datang untuk memenuhi panggilan polisi tersebut. Dirinya membawa berkas berjumlah tiga bundel sehubungan dengan laporan dari Wakil DPR RI Fahri Hamzah mengenai pencemaran nama baik.

    Indra, selaku kuasa hukum Sohibul, menyampaikan bahwa kedatangan sang klien hanya bertujuan untuk mengikuti pemeriksaan lanjutan mengenai pelaporan itu. Dalam pemeriksaan tersebut, menurut penjelasan dari Indra, ada sejumlah barang bukti yang dibawa oleh Sohibul.

    “Ada 49 screenshoot, ada tiga bundel berkas, ada enam video. InsyaAllah nanti kami akan berikan kepada tim Polda yang akan mengungkap apa yang dituduhkan Fahri (Hamzah) tidak berdasar,” kata Indra ketika ditemui di depan gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya, Senin (9/4/2018), seperti dilansir dari Republika.co.id.

    Seperti pemantauan Republika.co.id, sekitar pukul 09.45 WIB Sohibul sampai di Polda Metro Jaya. Ia datang dengan mengenakan jas yang berwarna putih dan ada lambang PKS. Kedatangannya juga didampingi oleh kuasa hukumnya, Indra, bersama dengan sejumlah kader PKS.

    “Insya Allah saya jalani, sebagai bagian dari warga negara dipanggil oleh aparat hukum, ya kita datang,” ucap Sohibul, dikutip dari Republika.co.id.

    Baca juga: Memanas! Fahri Hamzah Bakal Laporkan Sohibul Iman ke Polisi

    Seperti diketahui sebelumnya, Fahri Hamzah melaporkan presiden PKS, Sohibul Iman, ke Mapolda Metro Jaya pada hari Kamis (8/3/2018). Laporan yang disampaikan oleh Fahri Hamzah tersebut bernomor LP/1265/III/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus per tanggal 8 Maret 2018 pukul 15.15 WIB.

    Terkait laporan tersebut, Sohibul terancam dikenai Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 43 Ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 311 KUHP dan atau 310 KUHP.

    Belakangan muncul dua tagar yang sangat populer di media sosial. Mana yang kamu pilih?

    Posted by SuratKabar.ID on Tuesday, 3 April 2018