Cuitannya Dinilai Sudutkan Megawati, Tsamara Amany Enteng Bilang Begini


SURATKABAR.ID – Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany tengah menjadi sorotan netizen. Hal ini berkaitan dengan cuitan lawasnya yang dianggap menyudutkan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Dua hari terakhir, cuitan lawas Tsamara ini tersebar di media sosial, terutama Twitter. Cuitan tersebut diunggah Tsamara seraya mengomentari berita dari beberapa media nasional.

Isinya pun bermacam, seperti “Megawati akan dimakan kesombongannya sendiri” dan “Pak Jokowi, inilah saatnya ambil alih PDIP”. Terkait cuitan viral ini, Tsamara akhirnya buka suara. Dilansir tempo.co, Tsamara mengaku bahwa cuitan tersebut diunggah tiga tahun lalu, ketika usianya masih 18 tahun.

“Baru saja bermain Twitter untuk mengomentari isu-isu politik. Masih sangat menggebu-gebu, apalagi dalam membela Pak Jokowi,” ujar Tsamara, Kamis (8/3/2018), dilansir tempo.co.

Lebih lanjut, Tsamara menyebut bahwa ia terus berproses dalam perjalanan politiknya. Saat ini pun dia memastikan bahwa hubungannya dengan PDIP baik-baik saja.

“Terkait dengan tweet tersebut, karena ramai dipelintir, juga sudah saya jelaskan secara langsung ke PDIP,” akunya.

Selain itu, hari ini, Kamis (8/3/2018), Tsamara juga menuliskan cuitan berisi ucapan selamat untuk Megawati karena mendapat gelar doktor honoris causa dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sumedang.

Selamat kepada Ibu Megawati Soekarnoputri yang pada hari Perempuan Internasional ini mendapatkan gelar Doktor HC dari IPDN. Terus menjaga Pancasila,” tulisnya di Twitter.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa PSI dan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu di Istana Negara. Dalam pertemuan tersebut, Tsamara mengaku bahwa partainya akan bergerak di media sosial untuk mempengaruhi masyarakat agar memilih Jokowi. Selain itu, PSI juga sempat mempresentasikan keberhasilan kinerja mereka berkampanye di media sosial.

Namun, pertemuan ini dianggap tak etis, karena PSI membicarakan pemenangan Jokowi di Istana Negara. Bahkan, Ombudsman tengah menelusuri dugaan pelanggaran yang terjadi dalam pertemuan tersebut.