Sebelum Diciduk Polisi Karena Narkoba, Roro Fitria Pernah Curhat ke Kepala BNN


SURATKABAR.ID Kasus narkoba kembali menjerat kalangan selebritis. Kali ini artis sensaional Roro Fitria diciduk polisi di kediamannya, Rabu (14/2/2018).

Seperti diwartakan viva.co.id, Roro ditangkap Reserse Narkoba Polda Metro Jaya dengan barang bukti berupa narkotika jenis sabu seberat 2 gram.

“Iya ada barang buktinya,” kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Suwondo Nainggolan, Kamis (15/2/2018).

Penangkapan terhadap Roro ini sangat mengejutkan. Pasalnya artis yang kerap melakukan ritual mistis tersebut pernah menghadiri diskusi tentang narkoba pada Oktober 2015 silam. Pada diskusi tersebut Roro bahkan sempat curhat kepada Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso (Buwas).

Roro saat itu curhat perihal sigma negatif artis, dimana selebritis selalu diidentikan dengan keglamoran serta narkoba.

“Saya ada satu pertanyaan dengan Kepala BNN Pak Budi Waseso. Saya ingin tanyakan di masyarakat umum kenapa profesi artis diidentikkan dengan pergaulan dan penyalahgunaan narkoba,” kata Roro saat itu.

Wanita kelahiran Yogyakarta, 29 Desember 1989 tersebut bertanya mengenai hal yang perlu dilakukan agar artis tidak turus masuk ke dunia narkoba. Ia juga mengatakan jika tidak semua artis bergaul dengan barang haram itu.

“Tapi di luar sana banyak sekali pengedar dan segala macam, mereka semua ingin sekali masuk di wilayah keartisan kami untuk mengedarkan narkoba,” kata Roro.

Buwas menjawab pertanyaan Roro secara lugas. Ia menyatakan stigma itu perlu dilawan oleh artis. “Itu tergantung di lingkungan artis membalikkan stigma itu. Jadi jangan menyikapi itu disebut itu terus langsung benar, kita harus lawan,” kata Budi.

Roro lantas mengejar Buwas dengan pertanyaan mengenai rehabilitasi jika artis ditangkap memakai narkoba.

“Kalau terdapat seorang artis yang menyalahgunakan narkoba, hendaknya direhabilitasi atau memang dimasukkan penjara?” tanyanya.

Buwas mengatakan jika hal tersebut perlu dilakukan kajian lebih lanjut. “Nanti kita ada tim assesmentnya apakah dia korban pengguna atau sebagai pengedar,” ungkapnya.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaInspiratif, Kisah Mualaf Tionghoa yang Jual Nasi Kuning Murah di Ibu Kota
Berita berikutnyaBuka Suara! BIN Sebut Penyerangan Pemuka Agama Adalah Kampanye Hitam Jelang Pilpres