Terkait Kasus Persekusi Ustadz Abdul Somad, Kapolri Hanya Beri Tanggapan Begini


    SURATKABAR.ID – Terkait dugaan kasus intimidasi yakni penggerudukan dan pencegahan jalannya ceramah Ustadz Abdul Somad di Denpasar, Bali pada Jumat (8/12) lalu, Polri memastikan akan bersikap adil. Pihaknya menegaskan, menentang segala bentuk praktek intimidasi dalam bentuk apapun.

    Disampaikan oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto yang ditemui untuk dimintai tanggapan mengenai kasus persekusi yang dialami oleh penceramah asal Pekanbaru tersebut, seperti diwartakan Republika.co.id.

    “Bahwa persekusi (intimidasi) itu tidak boleh ya, nanti kita lihat apakah itu terjadi atau bagaimana nanti kasusnya seperti apa,” jelas Inspektur Jenderal Setyo Wasisto ketika ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta, Selasa (12/12), seperti dikutip dari laman Republika.co.id, Selasa (12/12/2017).

    Lebih lanjut pihaknya menegaskan apabila laporan terkait Abdul Somad, pihaknya akan mengambil sikap netral dalam menyelesaikan kasus. Polri juga terlebih dahulu akan melihat isi dari laporan yang menjerat nama tokoh agama asal Bumi Andalas tersebut.

    Baca Juga: Tegas! Kena Fitnah dan Disebut Anti-NKRI, Ustaz Somad: Pasti Tidak Punya Paket Data

    Namun hingga hari ini, Selasa (12/12), Polri belum menerima laporan terkait kasus persekusi terhadap Ustadz Abdul Somad ketika hendak berceramah di hadapan para jamaah di Bali. Hal ini disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

    Sosok nomor 1 di Polri satu ini juga menyebutkan, bahwa hingga sejauh ini belum ada laporan resmi yang masuk ke polisi dari pihak yang dirugikan dalam insiden pengusiran yang menimpa oleh pendakwah asal Riau tersebut.

    “Belum ada laporan,” tukas Jenderal Muhammad Tito Karnavian yang ditemui di Mabes Polri, Selasa (12/12), yang juga menyatakan pihak kepolisian baru dapat bertindak jika sudah ada laporan resmi masuk, seperti yang dikutip dari laman Jpnn.com, Selasa (12/12/2017).

    Baca Juga: Meradang! Usai Sebar Aib Suami Bareng Siswi SMA, Nasib Korban Pelakor Ini Makin Bikin Netter Gondok

    Sebelumnya, Wakil Ketua Umum MUI Zainut Tauhid Sa’adi juga mengeluarkan tanggapannya atas kasus ini. Pihaknya menyatakan sangat menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, insiden seperti itu tak perlu terjadi jika musyawarah, persaudaraan dan toleransi lebih dijunjung.

    “Apa pun alasannya, tindakan sekelompok orang tersebut tidak dibenarkan karena melanggar hak asasi dan termasuk bentuk persekusi yang dilarang oleh undang-undang,” tutur Zainut Tauhid Sa’adi dengan suara tegas.