Segini Santunan yang Diterima Keluarga Korban Kebakaran Pabrik Mercon di Kosambi


SURATKABAR.ID Seperti yang sudah dikabarkan sebelumnya bahwa para korban ledakan oabrik mercon di Tangerang akan mendapatkan uang ganti rugi. Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Provinsi Banten Alhamidi mengatakan pihaknya telah memastikan keluarga korban yang meninggal dunia mendapat uang duka.

Uang duka yang dimaksud oleh Alhamidi kabarnya dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang jumlahnya juga terbilang lumayan.

“Jadi di sini perlu kami informasikan ada beberapa korban sudah diselesaikan haknya oleh BPJS Ketenagakerjaan. Kalau tidak salah jumlahnya Rp 171 juta per orang,” kata Alhamidi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, dilansir Kompas.com, Selasa (31/11/2017).

Alhamidi akan menjadikannya sebagai standar pemberian uang duka kepada seluruh keluarga korban yang meninggal dunia.Juga ditambahkannya bahwa telah mengintensifkan koordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan provinsi dan pusat.

“Nanti dalam waktu dekat akan kami identifikasi sehingga haknya ini dapat diberikan sehingga yang artinya ahli wali dapat menerima ini dan juga bagi yang saat ini sedang berobat hak-hak nya juga harus terpenuhi,” ujarnya.

Baca Juga: Memelas! Begini Pengakuan Istri Tukang Las yang Diduga Jadi Pemicu Ledakan Gudang Mercon Tangerang

Hingga kini, korban meninggal dunia akibat terbakarnya pabrik mercon di Kosambi, Tangerang, mencapai 50 orang.

Sementara itu, Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, perusahaan pembuat mercon, PT Panca Buana Cahaya Sukses yang habis terbakar tidak pernah melaporkan penambahan jumlah tenaga kerja sejak awal beroperasi tiga bulan yang lalu.

Pasalnya perusahaan tersebut hanya sekali melaporkan jumlah pekerjanya yang hanya belasan pada awal beroperasi.

“Nah yang terjadi pelanggaran di sini terjadi ketika mereka meningkatkan pekerja dan kemudian memulai produksi secara masif. Nah ini yang tidak pernah ada laporannya di mana mereka sebenarnya wajib lapor,” kata Ahmed, dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

Sebelumnya Polisi sudah menetapkan tersangka dari peristiwa meledaknya pabrik mercon tersebut dimana ketiga orang tersebut adalah pemilik pabrik, direktur operasional dan juga tukang las di pabrik tersebut. Banyak sekali pelanggaran yang terjadi di pabrik itu sehingga berujung peristiwa ledakan dengan jumlah korban yang banyak.