Liburan Bareng Keluarga Saat Pelantikan Anies-Sandi, Begini Komentar Nyelekit Jimly Buat Djarot


SURATKABAR.ID – Ketidakhadiran Mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat di acara serah terima jabatan serta pelantikan Gubernur Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno, mengundang beragam komentar berbagai kalangan. Salah satunya Ketua Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Jimly Asshiddiqie.

Tak hanya menyayangkan atas keputusan Djarot, Jimly juga menilai sikap Djarot lebih memilih untuk pergi berlibur bersama dengan istri dan anaknya ke Labuan Bajo sebagai sesuatu yang sangat kekanak-kanakan dan tidak pantas dilakukan oleh seorang tokoh politik, seperti yang dilansir oleh Tribunnews.com.

“Kita harus menjelaskan sifat mantan Gubernur DKI Jakarta, Djarot yang kekanak-kanakan. Masa dia liburan pas acara serah terima jabatan,” tukas Jimly Asshiddiqie dengan tegas ketika ditemui di Kantor ICMI, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/10), dikutip dari laman Tribunnews.com, Kamis (19/10/2017).

Jimly mengungkapkan, meskipun Djarot tidak mendapatkan undangan untuk menghadiri acara serah terima jabatan sekaligus pelantikan Anies-Sandi, tidak seharusnya dijadikan sebagai alasan untuk pergi berlibur bersama seluruh anggota keluarganya.

Baca Juga: Jika Akan Maju Pilpres 2019, Fahri Hamzah Tantang Prabowo Lakukan Ini

“Liburan pribadi bawa anaknya istri, ini, dia kan, tokoh nasional sudah menjadi politikus PDI Perjuangan. Sangat disayangkan sikapnya kaya gitu,” tambah Ketua Cendekiawan Muslim Indonesia tersebut ketika ditanyai alasan lebih lanjut menanggapi sikap Djarot yang membuat heboh dunia perpolitikan Indonesia.

Lebih lanjut, Jimly mengungkapkan masih bisa memaklumi tidak hadirnya Djarot dalam acara tersebut jika dengan alasan sakit ataupun untuk melaksanakan ibadah umroh. Sementara itu, berkaitan dengan undangan untuk Djarot, ia mengatakan bahwa Anies dan Sandi telah mengundangnya secara langsung.

Menurut dugaannya, keputusan Djarot untuk absen dari acara serah terima jabatan dan pelantikan pasangan Anies-Sandi adalah merupakan bagian dari upaya tidak mendukung gubernur terpilih. Padahal sebagai tokoh nasional, sikap tersebut bukanlah sesuatu yang wajar untuk dilakukan.

“Kalau dia (alasannya) sakit atau umroh, itu bermutu sedikit alasannya. Ini liburan, kan tidak pantas sekali. Paling sederhana ngapain dia (Djarot) pergi liburan seolah-olah dengan sengaja mau mempertontonkan kepada publik bahwa dia tidak mendukung gubernur terpilih. Ini kelewatan,” tukas Jimly.