Mohon Hujan, Petani Karangasem Lakukan Ritual Ini


SURATKABAR.ID – Jumat (15/9/2017), para petani di Kabupaten Karangasem, Bali Timur menggelar ritual gebug ende yang dimaksudkan untuk memohon hujan yang mana kini di sana tengah dilanda musim kemarau. Kegiatan yang juga di dalamnya berupa atraksi itu dilakukan oleh para petani dalam pertunjukkan Festival Subak di Lapangan Mamed, Desa Sinduwati, Kecamatan Sideman. Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 14 sampai 16 September 2017.

Seperti diwartakan laman republika.co.id, Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumantri mengungkapkan bahwa kegiatan ritual memohon hujan yang diperagakan petani itu bertujuan untuk memohoh diturunkan hujan sehingga Kabupaten Karangasem tidak mengalami kekeringan. Dalam salah satu atraksinya, para petani saling pukul menggunakan rotan.

“Dalam ritual itu dipercaya jika salah seorang peserta mengeluarkan darah akibat terkena pukulan lawannya, maka hujan akan turun,” papar Bupati I Gusti Ayu Mas Sumantri

I Gusti menjelaskan bahwa ritual memeohon hujan saat musim kemarau tersebut merupakan tradisi turun temurun yang sudah berlangsung sejak ratusan tahun yang lalu. Dalam ritual itu, dua orang petani saling berhadapan untuk saling pukul.

Baca Juga: Catat! Sekarang, Punya HP Harus Dilaporkan di SPT Wajib Pajak

Selain pertunjukan ritual gebug ende, dalam festival itu juga terlihat para petani melakukan parade yang mendapat perhatian besar masyarakat serta wisatawan. Parade melibatkan belasan petani. Ditampilkan hasil pertanian seperti padi, salak, dan aneka jenis buah-buahan yang ditata sedemikan rupa hingga terlihat cantik dan menarik.

“Festival subak Karangasem ini juga digelar untuk memberikan semangat kepada pemuda dan pemudi untuk mencintai hasil dari pertanian dan sektor pertanian harus dipertahankan,” kata I Gusti.

I Gusti juga berharap dengan Festival Subak Karangasem, terbentuk sinergi antara pertanian dengan sektor pariwisata, mengedukasi petani dan masyarakat dalam menerapkan teknologi pertanian. Selain itu juga diharapka mampu menumbuhkan ekonomi kreatif yang berbasis pertanian.

“Semoga Festival Subak Karangasem ini mampu menjadi momentum kebangkitan para petani di Karangasem dengan menerapkan teknologi pertanian yang tepat guna, sehingga nantinya dapat menghasil produksi pertanian yang berkualitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Karangasem,” ucapnya.

Festival Subak yang baru pertama kali dihelat itu turut diisi dengan berbagai kegiatan lainnya seperti demo alat mesin pertanian, berbagai perlombaan, temu usaha dan forum petani muda.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaLaman PSSI Diretas Usai Persib Kena Sanksi karena Aksi ‘Save Rohingya’
Berita berikutnyaMUI Anggap ‘Fight of God’ Tak Layak Untuk Masyarakat Indonesia