Gawat! Obat Mirip Flakka Masuk Kendari, Sedikitnya 35 Orang Jadi Korban


SURATKABAR.ID – Rabu (13/9/2017), puluhan orang termasuk di antaranya remaja dan pelajar di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) dilarikan ke sejumlah rumah sakit di wilayah itu. Diduga mereka mengalami gangguan mental karena mengonsumsi obat-obtan yang belum diketahui jenisnya.

Di antara korban tersebut adalah seorang anak yang masih duduk di bangku kelas 6 Sekolah Dasar (SD). Dilaporkan anak tersebut sudah meninggal. Sebanyak 13 orang dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari dan dirawat di Unit Gawat Darurat.

Dilansir dari kompas.com, hingga saat ini, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Sultra, mencatat ada 35 orang yang dirawat di beberapa Rumah Sakit dalam Kota Kendari. Mereka juga memperkirakan akan ada lagi korban yang mendatangi rumah sakit. Atas fenomena tersebut, Kepala BNN Kota Kendari, Sultra, Murniati menyebut bahwa kasus penyalahgunaan obat yang terjadi di Kota Kendari masuk ke dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: Fahri Hamzah Temui Perdana Menteri Malaysia untuk Bicarakan TKI. Apa Hasilnya?

“Peristiwa ini merupakan kejadian luar biasa atau KLB karena kejadian ini merupakan yang pertama kalinya di Kota kendari,” kata Murniati di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kendari, Rabu (13/9/2017).

Dari beberapa pasien yang dirawat di beberapa rumah sakit berbeda, ditemukan di antaranya memiliki ciri-ciri fisik yang sama, yakni berupa luka di bagian tubuhnya. Di rumah sakit Bhayangkara Kendari, katanya, ada tiga anak yang tidak sadarkan diri dan tubuhnya dipenuhi luka.

“Mirip-mirip flakka yang mereka konsumsi, di-mixed barang baru. Sudah disebarkan dan ini barang baru dua hari masuk dan mereka racik sendiri, bukan pabrik yang resmi, abal-abal. Informasi yang kami dapat anak SMP 17m cairan itu dicampur dalam minum ale-ale, sampai sekarang masih mabuk,” papar Muniarti.

Untuk kasus anak SD yang masih duduk di bangku kelas 6 yang meninggal itu, imbuh Muniarti, dia diberi sama tantenya. Sedangkan tante dari anak itu sendiri masih Sakau.