Presiden Jokowi: Krisis Rohingya Perlu Ditangani dengan Aksi Nyata


    SURATKABAR.ID – Terkait pembantaian terhadap etnis Rohingya di wilayah Rakhine, Myanmar, Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersikap tegas bahwa Indonesia perlu melakukan aksi nyata menangani tragedi kemanusiaan yang dialami mereka. Presiden juga menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi. Seperti diketahui, sejak Jumat (25/8/2017) lalu, peristiwa pembakaran permukiman serta penembakan yang dilakukan militer Myanmar tak hanya memakan korban jiwa saja, ribuan etnis Rohingya pun melarikan diri ke perbatasan Bangladesh.

    “Saya dengan seluruh rakyat Indonesia, kita menyesalkan aksi kekerasan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar. Perlu sebuah aksi nyata bukan hanya pernyataan kecaman-kecaman,” tutur Jokowi dalam konferensi persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (3/9/2017) kemarin, sebagaimana disitir dari laman Republika.co.id, Senin (4/9/2017).

    Jokowi juga menyampaikan, pemerintah akan terus berkomitmen membantu mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi. Antara lain yakni dengan mengutus Menteri Luar Negeri Retno Marsudi ke Myanmar dan juga Dhaka, Bangladesh. Selain itu, bantuan berupa makanan dan obat-obatan yang diperlukan oleh para pengungsi pun dikirimkan ke sana.

    Selain menugaskan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menjalin komunikasi intensif dengan berbagai pihak seperti Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Komisi Penasihat Khusus Untuk Rakhine State Kofi Annan, Jokowi diwakili Menteri Luar Negeri Retno juga bermaksud mendesak pemerintah Myanmar agar menghentikan dan mencegah kekerasan, serta memberikan akses bantuan kemanusiaan, seperti dilansir dari laman Liputan6.com.

    Baca juga: Gus Ipul Desak PBB Segera Sikapi Konflik Rohingya, Menlu Retno Luncurkan AKIM untuk Bantu Dana

    “Penanganan kemanusiaan aspek konflik tersebut, pemerintah telah mengirim bantuan makanan dan obat-obatan. Ini di bulan Januari dan Februari sebanyak 10 kontainer,” tukas Jokowi.

    Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga telah membangun sekolah di wilayah Rakhine. Sebuah rumah sakit akan mulai dibangun dari Indonesia pada Oktober mendatang di tempat yang sama.

    “Indonesia juga telah menampung pengungsi dan memberikan bantuan yang terbaik,” pungkas Jokowi.

    Tragedi kemanusiaan yang terjadi kali ini menyebabkan ribuan warga etnis Rohingya melarikan diri ke perbatasan Bangladesh. Pasukan militer Myanmar dilaporkan memeriksa desa-desa di Rakhine, tempat tinggal para etnis Rohingya menyusul terjadinya bentrokan. Bentrokan diawali dengan penyerangan 20 pos keamanan polisi yang diyakini oleh otoritas Myanmar dilakukan oleh warga Rohingya.

    Baca juga: Yusril: Sebagai Pemegang Nobel Perdamaian, Sikap Aung San Suu Kyi Terkait Pembantaian Rohingya Memalukan

    Selama ini, etnis Rohingya sendiri kerap diperlakukan dengan tidak adil oleh Myanmar. Tak hanya tak diakui oleh pemerintah Myanmar, etnis Rohingya juga dianggap sebagai imigran gelap. Berbagai tindak kekerasan dan krisis kemanusiaan pun kerap kali terjadi. Hal ini menyebabkan banyak warga Rohingya yang menjadi korban jiwa.