Selain Lukai Umat Muslim, LDNU Jakut: Serangan ke Novel Baswedan Juga Termasuk Bentuk Penghinaan UUD 1945


SURATKABAR.ID – Penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dinilai telah melukai kehormatan umat muslim secara umum. Hal itu diungkapkan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jakarta Utara.

“Hal ini tidak hanya menjadi masalah bagi saudara Novel Baswedan pribadi, tetapi juga melukai kehormatan kaum muslim,” seperti dikutip dari siaran pers yang dikonfirmasi oleh CNNIndonesia.com, Sabtu (12/8/2017).

Pernyataan tersebut dikeluarkan LDNU Jakarta Utara berkenaan dengan peristiwa penyerangan yang kejadiannya tepat ketika Novel usai melaksanakan ibadah salat subuh di masjid. Lebih lanjut, LDNU Jakarta Utara mengungkapkan bahwa penyerangan atas Novel tergolong pada tindakan terror terhadap kebebasan beribadah.

Menurut LDNU Jakarta Utara, UUD 1945 menjamin kebebasan beribadah dan beragama seseorang. Maka, penyerakan terhadap Novel tersebut adalah tindakan penghiaan terhadap UUD 1945.

Baca Juga: Naik KRL ke Istana Bogor, Buya Syafii Maarif Semai Keteladanan

LDNU Jakarta Utara lantas mendesak Presiden Joko Widodo untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) guna mempercepat pengungkapan pelaku penyerangan Novel.

“Kami menghargai upaya dan kinerja yang telah dilakukan Polri. Namun bahwa penanganan tersebut telah berjalan empat bulan tanpa ada titik terang, perlu menjadi perhatian Presiden RI,” papar LDNU Jakarta Utara dalam siaran persnya.

Penyerangan kepada Novel sendiri diduga merupakan bentuk terror yang dilakukan oleh pihak yang tak senang pada kinerja Novel memberantas korupsi sebagai penyidik KPK. Maka, LDNU Jakarta Utara juga menekankan pada publik bahwa pemberantasan korupsi merupakan bentuk jihad umat muslim, sehingga perlu diperjuangkan. Termasuk mengungkap pelaku dibalik terror Novel Baswedan.

“Pemberantasan korupsi merupakan jihad fii sabilillah.”

Selain itu, LDNU Jakarta Utara turut mengimbau kepada pengurus masjid se-Jakarta Utara untuk waspada agar tidak terulang kejadian serupa. LDNU Jakarta Utara juga meminta kepada para pemuka agama Islam, khususnya di Jakarta Utara, untuk mendoakan kesembuhan Novel yang kini masih dalam perawatan di Singapura.

“Misalnya dengan memberikan penerangan yang memadai, pemasangan cctv dan lain-lain.”