Terungkap! Ternyata Ini Identitas Pria Papua Yang "Diburu" Ribuan Warganet Ini


SURATKABAR.ID Orang Papua terkenal penuh kasih. Bangga lahir dan besar di “Papua,” setidaknya itulah satu dari ribuan komentar yang menghiasi sebuah foto yang diunggah oleh akun Instagram @urban.hikers. Foto tersebut pun kini telah menjadi viral. Akibatnya ada banyak orang yang kini tengah mencari-cari pria Papua yang ada dalam foto tersebut.

Kenapa banyak orang yang mencari pria berkulit hitam dalam foto tersebut?

Ternyata, seperti dilansir dari Bintang, ada banyak cerita mengharukan dan membanggakan di balik foto yang mengabadikan seorang pria Papua tengah menggendong seorang pendaki yang tergelincir dari Gunung Slamet.

Kira-kira seberapa jauh ia menggendong pendaki tersebut? “Yang saya salutkan, saudara kita dari Papua ini menggendong dari pos 9 hingga akhirnya tim SAR menjemput di pos 1. (Total perjalanan dari jam 11 siang sampai jam 9 malam di pos 1),” itulah kisah yang diceritakan oleh akun Instagram @sabangprayogi ke Instagram @urban.hikers. Kejadian tersebut terjadi pada 30 Juni 2017.

Dari jam 11 siang hingga jam 9 malam, setidaknya 10 jam pria Papua tersebut menggendong pendaki yang sepertinya terluka sangat parah, sehingga sudah tak bisa lagi berjalan. Jadi, tidaklah heran jika banyak netizen yang penasaran dan ingin mencari tahu siapakah pria Papua yang telah menjadi seorang pahlawan tersebut.

Baca juga: Mengejutkan! Di Pegunungan Papua Ditemukan Spesies Anjing Purba Yang Masih Hidup Sampai Sekarang

Lalu siapakah pahlawan asal Papua ini?

Kisah yang sempat viral di media sosial itu diunggah oleh akun Instagram @sabangprayogi pada Sabtu (01/07/2017).

Ketika dikonfirmasi, Sabang yang merupakan pendaki asal Sleman, Yogyakarta, ini menceritakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/6/2017).

Saat itu, sekitar pukul 10.30 WIB, Sabang yang tengah mendaki bersama tiga rekannya mendapati ada seorang pendaki seumuran siswa SMP asal Pemalang yang terpeleset di Batu Merah, sekitaran batas vegetasi Pos 9 Gunung Slamet, Jawa Tengah.

Pendaki cilik itu mengalami cedera parah di kaki kiri hingga tak dapat berjalan sama sekali. Selain cedera di kaki, mata kanan dan dahi korban juga mengalami luka terbuka. Bahkan, kata Sabang, hidung korban juga sempat mengeluarkan darah.

“Waktu itu saya sedang turun dari puncak juga, tiba-tiba melihat ada dua anak sedang memeluk korban yang sepertinya terluka cukup serius,” katanya seperti dilansir dari Kompas.com.

Selang beberapa saat, datang rombongan sekitar lima orang dari Widya Mataram Pecinta Alam (Wimapala). Tanpa pikir panjang, seorang anggota Mapala yang baru-baru ini diketahui bernama Lambo ini langsung berinisiatif untuk menggendong korban di punggungnya.

“Mereka bikin keputusan agar (korban) digendong saja, karena posisinya memang di bawah puncak, jadi sulit untuk membuat tandu,” ujarnya.

Tanpa mengeluh, Lambo terus turun menyusuri jalan setapak Gunung Terbesar di Pulau Jawa ini. Korban diikat kencang di belakang pundaknya

  http://credit-n.ru/zaymyi-next.html


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaDituduh Komunis, Baliho Organisasi Mantan Wali Kota Malang Dibeginikan
Berita berikutnyaTerungkap! Ternyata Pria Yang Laporkan Kaesang, Juga Pernah Jadi Tersangka Dalam Kasus Ini