Dua Orang yang Diduga Pelaku Penyerangan Novel Ternyata Mata-Mata Polisi


SURATKABAR.ID – Pihak kepolisian memastikan jika dua pria yang datang ke Gedung Mapolda Metro Jaya bukanlan tersangka penyiraman penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Dua orang pria tersebut merupakan informan kepolisian.

“Jadi ada anggota personel Polda Metro Jaya punya informasi, dua ini informannya, di mana di Kelapa Gading sesuai data Januari hingga Februari ada LP (laporan polisi) curanmor 27, mereka bantu curanmor 20 kali, saya tegaskan lagi kedua orang difoto masyarakat, sekarang kami periksa bukan pelaku penyiraman,” papar Kombes Raden Prabowo Yuwono, Kabid Humas Polda Metro Jaya di Mapolda Metro Jaya pada Sabtu (22/4/2017), dilansir di merdeka.com

Kedua informan tersebut bernama Mukhlis (28) dan juga Hasan (28). Selain sebagai informan pihak kepolisian, papar Argo, keduanya merupakan debt collector yang memang biasa nongkrong di dekat perumahan Novel yang juga memantau pergerakan para pencuri motor.

“Mereka tugas cari kendaraan cicil, enggak lancar pembayaran yang diduga sebagai modus penggelapan dan banyak kendaraan yang digelapkan di situ, LP nya aja Sampai 27,” papa Argo.

Baca juga: Berjanji Tutup Alexis, Ini Pesan Ahok Kepada Anies-Sandi

Argo selanjutnya menjelaskan jika, foto kedua informan polisi tersebut sempat beredar di media sosial karena difoto oleh tetangga Novel. Hal tersebut dilakukan oleh tetangg Novel yakni Kiki dan Yono yang merasa curiga dengan dua orang itu.

“Pak Yono potret Hasan pada tanggal 14 Maret. Motretnya di atas motor Muklis pada 28 Februari, saat ini saksi di Polda, kami konfrontir apa benar di sini, apa benar saksi Yono motret,” paparnya.

Lebih jauh lagi, Argo menyebutkan jika pihak kepolsian terus mencari bukti dimana saat kejadian dua pria tersebut mengaku tidak berada di Jakarta. Hasan di Malang dan Muklis di Tambun, rumah saudaranya.