Peneliti Lakukan Percobaan Transplantasi Tinja


    © fishogenic.wordpress.com

    SURATKABAR.ID – Sampai sekarang ini suatu tempat di tubuh yang menjadi habitat bagi bakteri usus tetap menjadi satu misteri dan lahan penelitian menarik bagi para ilmuwan di seluruh dunia.

    Hal ini dikarenakan di tempat tersebut implikasi sistemik flora usus manusia memiliki efek holistik yang berpotensi mempengaruhi gejala autisme sampai dengan dapat mempengaruhi neurodegenerasi di dalam otak.

    Bahkan dalam sebuah penelitian terbaru, disebutkan pula ada hubungan antara faktor penuaan dengan bakteri yang terdapat di usus. Berdasarkan penelitian tersebut, banyak pakar mengasumsikan bahwa orang yang masih muda dan yang sudah tua memiliki jumlah bakteri usus yang berbeda. Semakin tua usianya, maka semakin sedikit jumlah bakteri dalam ususnya.

    Masih terkait dengan hal tersebut, sebuah penelitian yang dilakukan oleh seorang ilmuwan bernama Dario Velenzano dari Max Planck Institute for Biology of Aging di Jerman menemukan bahwa seekor ikan yang dikenal dengan nama killifish adalah contoh lain dari efek bakteri usus yang memiliki pengaruh pada panjang pendeknya usia.

    Killifish diketahui sebagai seekor ikan yang memiliki umur paling pendek di antara semua vertebrata di bumi, namun memiliki ‘sistem’ microbiome usus yang cukup canggih. Seperti yang dikutip dari NewAtlas.com (4/4/2017), Velenzano dan timnya mencoba menggunakan antibiotik khusus untuk diberikan kepada ikan itu yang masih berusia 9,5 minggu agar dapat menghilangkan bakteri dalam usus mereka.

    Setelah itu, para ilmuwan memasukkan ikan-ikan tersebut ke dalam sebuah akuarium yang berisikan kotoran-kotoran ikan sejenis yang masih berusia 5 minggu. Walaupun belum diketahui apakah Killifish adalah ikan pemakan kotoran, namun dari penelitian tersebut, ada perubahan besaran jumlah mikroba dalam usus mereka setelah dimasukkan ke dalam akuarium yang penuh kotoran ikan muda.

    Hasilnya, di dalam usus ikan yang memiliki umur lebih tua dan masuk kategori lansia, yaitu berumur 16 minggu, terdapat bakteri-bakteri usus seperti yang ditemukan di ikan yang masih berusia muda. Bahkan tidak hanya itu saja, perilaku sampai dengan aktivitasnya juga menjadi mirip dengan ikan yang lebih muda.

    Dengan hasil penelitian menggunakan ‘transplantasi’ kotoran atau tinja tersebut, maka para peneliti mengatakan bahwa ikan yang tua memiliki kesempatan hidup tambahan sebesar 37 persen setelah mendapatkan ‘asupan’ bakteri usus baru dari yang muda.

    Walaupun sudah mengetahui bahwa ada pertambahan usia dari killifish tua yang baru saja mendapatkan transplantasi tinja dari ikan yang lebih muda, namun para pakar masih belum mengetahui bagaimana proses kotoran tersebut dapat membuat umur lebih panjang.