Peneliti Swedia Temukan Fosil Ganggang Merah Tertua Sepanjang Sejarah


© dailymail.co.uk

SURATKABAR.ID – Dalam penelitian awal, para ilmuwan mempercayai bahwa tumbuhan pertama yang muncul dan berkembang di bumi adalah alga atau ganggang merah yang hidup skitar 1,2 miliar tahun lalu. Namun berdasarkan penemuan paling baru di abad ini, ternyata tumbuhan pertama memiliki usia jauh lebih tua dari yang diperkirakan sebelumnya.

Dalam suatu penelitian yang dilakukan oleh sekelompok ilmuwan dari Swedish Museum of Natural mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil uji karbon dan serangkaian pengujian ilmiah lainnya dengan mengambil sample dari batuan purba dari India, terungkap bahwa ganggang merah setidaknya hidp sekitar 1,6 miliar tahun lalu pada saat lautan di bumi masih dangkal.

Para ilmuwan menemukan beberapa bagian dari kloroplasma atau struktur dalam sel tumbuhan yang terlibat dalam proses fontosintesis di fosil yang terdapat di batuan purba tersebut.

Dari hasil penelitian itu terungkap bahwa awalnya bentuk kehidupan di bumi pertama kali merupakan mikroskopik bersel satu dan kemudian berkembang menjadi organisme eukariotik multi-selular yang lebih besar (terdiri dari sel-sel yang di dalamnya terdapat inti dan struktur lain yang terlindungi membran).

“Fosil tanaman tertua sampai saat ini sejauh yang kita ketahui adalah ganggang merah yang hidup sekitar 1,6 miliar tahun lalu. Tanaman ini menunjukan kita sebuah bukti bahwa kehidupan di planet ini awalnya merupakan bentuk dari eukariota (seperti tanaman pada umumnya, jamur sampai dengan manusia) dan memiliki sejarah yang cukup dalam untuk digali, lebih dari apa yang kita perkirakan sebelumnya,” ujar Therese Sallstedt, salah seorang peneliti dari Swedish Museum of Natural, seperti yang dikutip dari BBC.com (14/3/2017).

Di dalam batuan purba itu, para ilmuwan juga menemukan fosil koloni ‘berdaging’ yang lebih kompleks di beberapa bagian sendimen batu yang didapatkan dari India tengah itu. Fosil-fosil itu memiliki karakteristik alga merah modern atau sejenis rumput laut seperti sekarang ini.

Dengan diketemukannya struktur fosil alga merah yang dapat dikatakan ‘lebih modern’ daripada struktur purba umumnya, maka disimpulkan bahwa ada kemungkinan bentuk kehidupan berupa tanaman di bumi sudah ada sejak miliaran tahun lalu, melebihi perhitungan dan anggapan manusia sejauh ini.

Hanya saja, Prof Stefan Bengtson yang juga ikut dalam penelitian tersebut menegaskan bahwa apa yang mereka temukan ini belum dapat dikatakan sebagai teori karena tidak terdapatnya cukup DNA dan para peneliti hanya melakukan uji analisis berdasarkan morfologi dan struktur dari fosil ganggang merah itu saja.