Punya Fitur Asisten Suara, Google dan Amazon Berlomba Pecahkan Masalah Besar Ini


SURATKABAR.IDKemudahan yang diberikan oleh teknologi saat ini tidak hanya sebatas layar sentuh saja. Teknologi semakin berkembang dari hari ke hari bahkan sekarang ini kita sudah tidak perlu lagi menggunakan tangan kita untuk mengoperasikan gadget kita.

Teknologi asisten suara seperti Alexa milik perusahaan Amazon dan Google Assistant milik perusahaan Google akan membantu kita mengoperasikan beberapa aplikasi yang terkait dengan kedua perusahaan tersebut cukup dengan hanya perintah suara saja.

Sayangnya, seperti dilansir dari thenextweb.com, fitur asisten suara ini memiliki satu kekurangan yang cukup fatal, yakni keduanya hanya bisa terhubung dengan satu akun pada satu waktu. Hal itu berarti orang lain seperti anggota keluarga atau pasangan anda tidak akan bisa mengakses entri kalender mereka jika fitur perintah suara ini terikat dengan akun anda.

Selain itu, anda juga tidak bisa mencegah anak-anak anda untuk tidak mendengarkan konten audio atau menonton konten video yang tidak sesuai dengan usia mereka. Juga, semua interaksi mereka akan mempengaruhi pencarian dan rekomendasi pada akun anda.

Namun, tampaknya Amazon sudah selangkah lebih maju untuk menemukan solusinya. Time melaporkan bahwa sejak tahun 2015, Amazon sudah mulai mengerjakan program Voice ID yang memiliki kemampuan untuk membedakan suara pengguna Alexa dan mengidentifikasi secara tepat siapa yang memberi perintah suara padanya.

Oleh karena itu, dalam penggunaannya nanti Alexa akan mencocokkan suara yang diterimanya dengan sampel suara yang disebut ‘voice print’.

Fitur ini berpotensi untuk mempermudah Alexa mengganti akun atau profil pengguna yang sesuai dengan suara yang ia tangkap dengan cepat, serta untuk menggunakan beberapa fungsi lainnya yang masih terkait dengan Amazon yang membutuhkan izin dari pengguna tertentu. Misalnya seperti saat memesan barang di Amazon atau mengoperasikan beberapa peralatan rumah tangga.

Namun, Amazon masih belum bisa memastikan kapan pihaknya akan meluncurkan fitur ini.

Di lain pihak, pada bulan Oktober yang lalu, Google memberi pernyataan pada The Verge bahwa pihaknya tengah mengerjakan program agar fitur asisten suara mereka dapat digunakan oleh beberapa akun sekaligus, tapi akan fokus pada satu akun ketika akun tersebut membutuhkan solusi dari sebuah masalah atau cara untuk menggunakan sesuatu.

Dengan fitur asisten suara yang terus mengembangkan kemampuannya, rasanya cukup aneh jika belum ada perusahaan besar yang dapat menemukan cara untuk memecahkan masalah besar ini.

Oleh sebab itu, perusahaan pertama yang dapat memecahkannya pastinya akan mendapatkan keuntungan yang besar karena itulah kini mereka tengah berlomba-lomba untuk menyelesaikannya. Mari kita tunggu bersama-sama kelanjutan dari perkembangan asisten suara yang kini tengah dikembangkan oleh kedua perusahaan besar ini.


SUMBERthenextweb.com
BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaHyundai Kenalkan Robot Exoskeleton Tangguh Pengangkat Beban Berat
Berita berikutnyaPasukan Oranye dan Pasukan Biru Berkumpul di Balai Kota DKI, Ada Apa?