Benarkah Aksi 4 Desember Bertujuan Menandingi Doa Bersama 2 Desember?


    benarkah-aksi-4-desember-bertujuan-menandingi-doa-bersama-2-desember-cover

    SURATKABAR.ID-Pada 4 Desember 2016, rencananya sejumlah tokoh organisasi masyarakat, pimpinan politik, serta tokoh nasional yang tergabung ke dalam Aliansi Kebangsan Indonesia akan menggelar sebuah aksi bertajuk ‘Kita Indonesia’. Tujuan dari aksi tersebut untuk memberikan dukungan dan pengawalan kepada pemerintahan Jokowi dan juga Jusuf Kalla.

    “Acara ini digelar, karena dalam beberapa bulan terakhir ini kita disibukkan dan prihatin dengan kondisi bangsa ini. Kami mencoba mengingatkan, jika kita bisa hidup bersama-sama dan Pancasila yang menjadi payung dalam kehidupan beragama di Indonesia,” terang Viktor Laiskodat selaku Ketua Aliansi kebangsaan Indonesia pada Jumat (2/12), dikutip di Kompas.com.

    Berdasarkan keterangan Viktor, acara tersebut akan mulai digelar sejak pukul 07.00 WIB-11.00 WIB. Acara tersebut akan dihadiri sejumlah tokoh agama, pimpinan partai politik, perwakilan dari ormas, dan juga beberapa yang lainnya. Dalam acara itu, akan diadakan 10 panggung budaya dan akan disebar di jalan MH Thamrin sampai dengan Jalan Jenderal Sudirman.

    Acara yang memiliki niatan sangat baik tersebut mendapatkan tanggapan yang beragam dari netizen Tanah Air. Ada yang menyambutnya secara positif dan ada juga yang sebaliknya. Ada beberapa pihak yang menyebutkan jika Aksi Kita Indonesia yang bakal digelar pada 4 Desember tersebut merupakan langkah tandingan Aksi Super Damai 212.

    Menanggapi hal tersebut, Charles Elkiansyah selaku Humas Aksi Kita Indonesia membantah dengan tegas. Charles menyebutkan jika aksi tersebut untuk memperkuat barisan yang dimiliki oleh Pemerintahan Jokowi-JK. Selain itu juga bertujuan untuk membuktikan jika Indonesia melawan keras isu dugaan makar yang dilakukan sejumlah tokoh di pemerintahan Jokowi.

    “Kalau ada rongrongan terkait makar pemerintahan Jokowi-JK, itu adalah musuh kita sama-sama,” kata Charles.

    Acara tersebut rencananya akan dihadiri massa sejumlah 500.000 orang. Dan masyarakat yang hadir diharuskan untuk memakai pakaian berwarna putih. Selain itu juga dilarang untuk membawa atribut terkait Pilkada.