Ahok: Ada Politikus Busuk yang Manfaatkan Agama


elektabilitas-ahok

SURATKABAR.ID – Elektabilitas Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) makin hari tampak makin menurun. Bahkan, Ahok yang sebelumnya menempati posisi pertama, dalam hasil survei Poltracking Indonesia terbaru Ahok dan pasangannya Djarot Saiful Hidayat hanya berhasil menduduki posisi kedua.

Survey yang melibatkan 1.200 responden tersebut mencatat pasangan Agus Yudhoyono-Syliviana Murni menduduki posisi pertama dengan suara 27,92 persen. Di posisi kedua, ditempati oleh pasangan Ahok-Djarot dengan suara 22 persen. Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno berada di posisi ketiga dengan suara 20,42 persen. Sementara itu, 29,66 persen sisanya mengaku tidak tahu.

Penurunan elektabilitas ini menurut Ahok karena masyarakat percaya bahwa dirinya telah menistakan agama dengan menyinggung Surat Al Maidah 51 ketika mengunjungi Kepulauan Seribu.

“Mereka percaya saya menistakan agama,” tegas Ahok di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016), dikutip dari kompas.com

Ahok pun meyakinkan pada pendukungnya bahwa ia tidak mungkin menistakan umat Islam. Ahok meminta agar warga Jakarta mau menyaksikan video secara keseluruhan yang menampilkan Ahok ketika menyinggung surat Al Maidah ayat 51.

Ahok menambahkan, warga Jakarta sebaiknya tak terprovokasi dengan video beberapa detik yang telah direkayasa oleh Buni Yani. Ia menegaskan tak memiliki niat jahat dan ada politikus yang memanfaatkan situasi tersebut.

“Yang saya maksud, ada politikus busuk yang manfaatkan agama,” ungkap Ahok.

Kasus ini, menurut Ahok mirip dengan situasi dalam Pilkada Kabupaten Belitung Timur 2005 silam. Dalam Pilkada tersebut, Ahok memang memenangkan suara dan menjadi bupati pertama di Kabupaten Belitung. Namun, menurutnya beberapa pihak enggan untuk memilihnya karena adanya larangan memilih pemimpin kafir.

“Mereka tidak mau memilih pemimpin kafir. Padahal saya ini bukan calon pemimpin, tapi pelayan Bapak-bapak dan Ibu-ibu,” tegas Ahok saat berkampanye.

Meski elektabilitasnya menurun, popularitas Ahok-Djarot mencapai 94,8 persen dan lebih unggul dibanding dua pasangan lainnya.