Minta Anak Buahnya Pakai Rok Jika Tak Bernyali, Kapolda Metro Jaya Dianggap Lecehkan Wanita


irjen-pol-m-iriawan-yendhi-700x400

Selain sudah semakin menipisnya sisi kerukunan beragama, ucapan seseorang yang dianggap menyinggung juga dapat berbuntut panjang jika dilontarkan di Indonesia. Hal ini seperti yang dialami oleh seorang Kaploda Metro Jaya Irjen M Iriawan.

Seorang anggota Komisi III DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan bahwa Irjen M Iriawan telah melecehkan wanita karena mengucapkan kata “rok” saat memberikan instruksi kepada anak buahnya. Rok dalam hal ini merupakan pakaian wanita dan tentu saja identik dengan kaum Hawa.

Dalam instruksinya, Irjen M Iriawan meminta agar anak buahnya dapat berani bertindak tegas saat mengamankan Pilgub DKI 2017. Bahkan, dia juga menginstruksikan agar anak buahnya menembak di tempat jika ada pihak-pihak yang dianggap mengganggu ketertiban dan kenyamanan saat masa kampanye dan Pilkada berlangsung. Jika ada dari anak buahnya tidak berani mengambil sikap tegas, maka Irjen M Iriawan meminta agar yang bersangkutan mengukur pinggangnya dan mengenakan rok.

“Siapa saja yang bikin onar, polisi harus berani tembak dari pantat ke bawah! Kalau tidak berani tembak, ukur saja lingkar pinggang kalian, lalu bikin rok!” ucap Irjen M Iriawan dengan nada bergurau di depan para tim sukses (timses) para pasangan calon Gubernur DKI, di Mapolda Metro Jaya, seperti yang dikutip dari merdeka.com (28/10/2016).

Tentu saja, kata rok yang diucapkan Irjen M Iriawan tersebut menurut Sufmi Dasco membawa gender dan menganggap wanita adalah makhluk lemah. Oleh karenanya, Sufmi Dasco meminta agar Irjen M Iriawan untuk meminta maaf secara terbuka atas ucapannya itu.

“Sikap Kapolda yang sebenarnya terkait masalah gender, karena pengguna rok adalah wanita artinya Kapolda menganggap wanita adalah makhluk yang tidak mampu bersikap tegas dan berani dan berarti para polisi wanita (Polwan) yang ada di Jakarta dianggap apa oleh Kapolda Metro Jaya? Saya minta Kapolda untuk menarik ucapannya dan meminta maaf secara terbuka statementnya yang sangat melecehkan kaum wanita. Karena ketegasan dan keberanian itu tidak bisa diukur berdasarkan jenis kelamin,” ucap Sufmi Dasco.

Dikarenakan banyak diberitakan dan mendapatkan kritik dari berbagai pihak, Irjen M Iriawan langsung meminta maaf dan menarik ucapannya tersebut. Menurutnya, ucapan itu ditujukan kepada para Kapolres di wilayah hukumnya agar dapat memberikan perintah kepada bawahan-bawahannya agar dapat melayani, melindungi dan bertindak tegas jika memang diperlukan.

“Saya meminta maaf jika ada yang tersinggung atas pernyataan kemarin, tapi saya tak bermaksud seperti itu. Saya tidak bermaksud menyinggung gender. Kalau saya tegas dan humanis. Jadi kapolres tuh kalau demo jangan didekat wanita, di tempat lemah lembut itu maksud saya. Enggak ada untuk melecehkan wanita. Di tempat kita (polri) ada Kapolres yang wanita,” jelas Irjen M Iriawan.