19 Penyandang Disabilitas Tewas Ditikam Mantan Pegawai Panti. Ini Alasan Pelaku


n-stabber-c-20160727-870x573

Ini merupakan tindakan kriminal terburuk di Jepang sejak pecah perang dunia ke-dua. Setidaknya ada 19 orang penyandang disabilitas meninggal dunia setelah ditikam oleh seorang lelaki di panti Tsukui Yamayuri Garden, yang berlokasi di barat Tokyo, Prefektur Kanagawa, Jepang.

Selain korban tewas, lelaki yang mengamuk menggunakan pisau tersebut melukai setidaknya 45 orang lainnya. Pria berusia sekitar 26 tahun tersebut lantas menuju kantor polisi untuk menyerahkan diri.

“Saya melakukannya.” kata pelaku, dikutip dari bbc.com.

Sebelumnya, pada Selasa (26/7/2016), Polisi menerima telepon dari seorang pegawai fasilitas tentang serangan brutal itu pada pukul 02.30 dini hari.

“Ini insiden yang sangat menyayat hati dan mengejutkan yang mana banyak orang tak bersalah menjadi korban,” kata pejabat senior pemerintah Jepang, Yoshihide Suga pada konferensi pers di Tokyo, Selasa (26/7/2016), dikutip dari detik.com.

Kantor berita di kyodo menyebutkan bahwa para korban tewas berumur antara 19 tahun hingga 70 tahun. Mereka terdiri dari 9 pria dan 10 perempuan.

Polisi telah merilis indentitas dari pelaku pembantaian tersebut. Ia bernama Satoshi Uematsu yang merupakan mantan pegawai panti tersebut.

Pelaku yang kedapatan memiliki puluhan pisau di dalam tasnya tersebut memiliki alasan yang cukup aneh, yakni meyakini jika para penyandang disabilitas tersebut lebih baik lenyap dari muka bumi.

“Akan lebih baik kalau orang dengan disabilitas itu semua lenyap dari muka bumi,” kata polisi menirukan keterangan pelaku, dikutip dari liputan6.com.

Kejadian ini mengejutkan publik Jepang, mengingat sangat jarang terjadi kejahatan pembunuhan di wiliyah tersebut. Bahkan menurut keterangan warga di kota kecil Sagamihara tersebut, pembunuhan terakhir di wilayah tersebut terjadi pada 10 tahun silam.

Beberpa kali di Jepang ada pembunuhan masal yang menghebohkan warga negara yang terkenal sangat tertib dan minim aksi kriminal tersebut. Misalnya pada tahun 2001, petugas kebersihan SD Ikeda di Osaka melakukan pembunuahn terhadap delapan siswa SD secara acak.

Pada tahun 2008, seorang pria menyetir truk dan menabrak kerumunan orang lantas menusuk 18 orang. Akibatnya, tujuh orang tewas. Insiden terjadi di distrik permainan yang terkenal, Akihabara.


BAGIKAN

Komentar

komentar


Terpopuler



Berita sebelumyaLiku-Liku Perjuangan Wanita Asal Malang Lawan Perbudakan di Amerika. Ini Kisahnya!
Berita berikutnyaAstaga! Pastor di Perancis Tewas Digorok, Pelakunya Tentara ISIS