Kisah Nenek Buta Jual Roti demi Sambung Hidup, Intip Reaksinya Saat Ditipu Pembeli dengan Uang Palsu


SURATKABAR.ID – Warganet dibikin nyesek dengan kisah mengharukan seorang wanita tua renta yang hidup sebatang kara, Nid. Pengalaman pahitnya dibagikan di halaman Facebook milik komunitas pecinta kuliner bernama ‘I Am Eat’.

Dilansir dari laman Tribunnews.com pada Rabu (18/9/2019), Nid merupakan nenek berusia 71 tahun asal Thailand yang hidup di usia senjanya tanpa sanak saudara, suami maupun anak. Wanita malang ini terpisah dari semua saudara ketika sang ibu berpulang.

Meski begitu, ia tak lantas menyerah pada keadaan. Demi bertahan hidup, Nid rela bekerja sebagai penjual roti sobek di sebuah kawasan di Bangkok, Thailand. Hal tersebut tetap ia lakukan di usianya yang tidak lagi muda.

Nid mengambil roti dagangannya di sebuah toko roti terkenal yang terletak di Distrik Bang Phu. Ia kemudian membawa roti-roti tersebut ke lapak miliknya berupa jejeran dua buah meja. Ia mulai berdagang sejak pukul 7 pagi hingga pukul 2 atau 4 sore.

Baca Juga: Sekilas Penjual Rambutan Ini Tak Terlihat Aneh, Tapi Saat Mejanya Dibuka, Pembeli Langsung Sedih!

Ia menjual rotinya seharga 50 Bath setiap potong dan mendapat keuntungan sebesar 5 Bath. Untungnya sangatlah tidak seberapa. Belum lagi Nid kerap mendapat perlakuan tak pantas dari para pembeli yang tak memiliki perasaan.

Mereka kerap memanfaatkan kekurangan fisik Nid yang tak dapat melihat. Tak sedikit pembeli yang sengaja membeli dan memberikan uang dengan jumlah tak semestinya. Yang parah, ada juga pembeli yang memberi uang palsu atau bahkan tanpa membayar sepeser pun.

Sama sekali Nid tak pernah mengeluh akan segala apa yang ia alami tersebut. Karena itu para pelanggannya menjuluki Nid sebagai penjual yang ramah senyum, lantaran ia memang tak pernah lupa berbagi senyum kepada semua orang.

#ป้านิดหญิงตาบอดสู้ชีวิตวัย71ปี #โหนรถเมล์มาตั้งโต๊ะขายขนมปังไส้ทะลักหน้าวัดบวรฯเพียงลำพัง…

Posted by I AM EAT กิน/เที่ยว/เปรี้ยวซ่าส์ on Sunday, September 8, 2019

Cerita tentang kehidupan Nid pun viral di media sosial. Hingga berita diturunkan, postingan mengenai penjual roti yang murah senyum itu telah dibagikan hingga 6 ribu kali. Selain itu, ratusan komentar juga telah memenuhi postingan tersebut.

Aku melihatmu, tapi aku akan menangis. bibi saya berjuang begitu banyak. Aku mendukungmu.”

Saya berharap anda menjadi penjual yang baik. Saya berharap anda memiliki banyak dukungan. Penjualan yang bagus setiap hari.”

Aku akan menghiburmu. Jika ada kesempatan, saya akan pergi untuk mendukung anda.”

Saya berharap bibi saya menjual dengan baik setiap hari. Kalau sempat keliling aku ikut mendukung tante.”

Bibi sudah lama menjual ini. Aku sering membelinya.”

Mari kita pergi untuk membantu bibi.”

Aku bersorak untuk bibi. Jika aku pergi, aku akan pergi untuk mendukung.”