Duh! Ungkap Rasa Otak dan Jantung Manusia, Gadis Kanibal 12 Tahun Ini Bikin Takut Teman Sekolah


SURATKABAR.ID – Kisah kanibalisme nyatanya masih banyak terjadi di berbagai belahan dunia ini. Dan dari sekian cerita, ada salah satu yang paling menggemparkan. Kasus tersebut dilakukan oleh pasangan kekasih di Rusia pada 2018 lalu.

Dilansir Grid.ID dari laman The Sun pada Minggu (1/9/2019), tersangka kanibalisme adalah Arkady Zverev (22) dan sang kekasih, Valeria (12). Keduanya menghabisi nyawa Alexander Popovich sebelum kemudian memutilasi bagian-bagian tubuhnya.

Antara tersangka dan korban, diberitakan, sempat terlibat cekcok terkait harga sewa rumah. Untuk diketahui, Zverev dan Valeria sendiri kabur dari resor Laut Hitam Sochi. Keduanya lalu menginap di wilayah St. Petersburg.

Zverev menikam kepala Popovich berkali-kali. Tersangka lalu memenggal kepala korban menggunakan kapak. Selanjutnya ia memotong lengan korban.

Baca Juga: Hiii! Ngaku Jadi Kanibal, Lihat Apa yang Dilakukan Pria Ini pada Darah dan Abu Para Korban

Kepala korban dimasukkan ke dalam microwave sebelum tersangka melahap otak korban. Semua perbuatan keji tersebut dilakukan di flat kepunyaan Popovich.

Zverev didakwa telah membunuh, menyiksa mayat, dan ditambah lagi berhubungan seksdengan anak yang masih di bawah umur.

Lantaran ketakutan, tersangka yang dipenjara berusahabunuh diri. Ia kini telah meninggal. Sementara kekasihnya, yakni Valeria, tak mendapat hukuman dengan alasan masih dibawah umur.

Ibu Valeria sendiri menolak mengunjungi kondisi sang anak di St. Petersburg usai dihubungi pihak kepolisian. Gadis 12 tahun ini lalu dikirim ke panti asuhan dan bersekolah di wilayah Krasnodar.

Selama bersekolah kembali itulah, Valeria dengan tanpa rasa bersalahnya menceritakan kisah dirinya bersama sang kekasih yang telah membunuhdan menyantap daging manusia. Akibatnya, siswa-siswa lain pun ketakutan, membuat para orangtua siswa membuat aksi protes.

Grid.ID melansir dari laman Daily Mail, bahwa banyak orangtua teman-teman sekelas Valeria yang menuntut pihak sekolah agar mendepak pelaku kanibalisme tersebut.

Valeria membuat teman-temannya ketakutan dengan menceritakan langkah-langkah dirinya menghabisi nyawa korban dan memasak bagian-bagian tubuhnya.

Kepada polisi, Valeria mengaku dirinya menggunakan wajan untuk memasak jantung Popovich sebelum menyantapnya. Tanpa rasa takut atau jijik, Valeria menjelaskan secara mendetail rasa organ tubuh Popovich.

“Jantungnya terlalu manis, sedangkan otaknya ternyata jauh lebih enak,” sebut Valeria, dikutip Grid.ID dari laman Daily Mail, pada Minggu (1/9).

“Anak saya takut pergi ke sekolah setelah berbicara dengan gadis ini,” ujar salah satu ibu yang tergabung dalam aksi. “Kami menuntut dia dikeluarkan dari desa dan dipindahkan ke sekolah khusus yang jauh dari anak-anak kami,” ungkap seorang wali orangtua siswa.

Namun hal berbeda justru dilontarkan direktur panti asuhan tempat Valeria tinggal. “Dia tidak emmbunuh siapapun, saya tahu bahwa anak-anak lain mendekatinya dan menanyainya tentang semua itu,” kata Antonia Tsibulecskaya.

Kasus setahun yang lalu ini kembali mencuat dan menyita perhatian masyarakat luas usai seorang ibu melaporkan anak gadisnya menjadi korban pedofilia Zverev hingga meninggal dunia. Ia meminta kepolisian membuka kembali kasus kanibalisme yang sempat menggemparkan Rusia ini.