Subhanallah! Gadis Ini Bisa Kuliah Gratis di Fakultas Kedokteran Berkat Hafalan 30 Juz Al-Qur’an


SURATKABAR.ID – Banyak orang yang memimpikan bisa kuliah di Fakultas Kedokteran. Namun sayang, bagi beberapa orang mereka harus menjalani sejumlah tes untuk bisa kuliah di sana. Selain itu, yang jadi momok banyak orantua adalah biaya kuliah di Fakultas Kedokteran juga bisa mencapai ratusan juta!

Namun rupanya hal tersebut tak berlaku bagi seorang gadis asal Kolaka, Provinsi Sulawesi Tengah, bernama Nur Afdhaliah.

Pasalnya, seperti ditukil dari laman Sindonews.com pada Kamis (29/8/2019), hanya bermodalkan hafalan Al-Qur’an 30 juz, Nur bisa merasakan bangku perkuliahan di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar dengan bebas biaya.

Gadis yang mengaku mulai menghafalkan Al-Qur’an sejak usia 16 tahun ketika masih bersekolah di Pondok Pesantren Darul Aman Makassar ini kini tengah menjalani hari-harinya sebagai salah satu mahasiswi baru di UMI.

Baca Juga: Subhanalloh! Karena Hafal Alquran 30 Juz Pemuda Ini Direkrut Polri

Nur mengungkapkan dirinya bahkan sempat memprotes ibunya yang memasukkan dirinya ke program menghafal takhassus. Pasalnya, karena mengikuti program khusus tersebut, artinya ia harus meninggalkan sekolah selama beberapa waktu.

Motivasinya agar dapat kembali sekolah membuat Nur fokus mengikuti program tersebut. Bukan tanpa alasan ia merindukan masa-masa sekolah. Pasalnya, sejak duduk di bangku kelas satu SMP di pesantren, ia selalu meraih juara kelas.

“Ibu yang mau saya masuk takhassus, saya awalnya protes. makanya saya fokus menghafal dan alhamdulillah masuk program itu Agustus 2015 dan selesai Maret 2017,” ungkap Nur ditemui di sela-sela aktivitasnya mengikuti pesantren kilat yang digelar di Pesantren Darul Mukhlisin UMI di Padang Lampe, Pangkep, pada Kamis (29/8).

Lulus sebagai calon dokter merupakan hal membanggakan bagi gadis berkulit hitam manis ini. Ia mengisahkan hidupnya yang ditopang oleh sang ibu yang bekerja sebagai penjaga koperasi di pesantren sepeninggal ayahnya.

“Ibu saya Nurhayati, sehari-hari sebagai ibu rumah tangga yang bekerja di koperasi pesantren. Bapak sudah meninggal dunia,” tuturnya.

Sempat bercita-cita menjadi insinyur, Nur menyebutkan biaya bulanan SPP kuliah di Fakultas Kedokteran sebesar Rp 300 juta ditambah BPP Rp 20 juta. Dan semua itu bukan jumlah yang sedikit. Jika bukan karena hafalan Al-Qur’an, ia tidak bisa merasakan apa yang ia alami seperti sekarang ini.

“Alhamdulillah, seluruh biaya kuliah ditanggung, tinggalnya juga di asrama sebagai mahasiswa binaan UMI. Kecuali biaya skripsi dan wisuda nanti yang tidak ditanggung,” pungkas Nur.

Kepala Humas UMI Nurjannah mengatakan, dilihat secara akademik Nur Afdhaliah sangat cerdas. Ia mengikuti proses seleksi yang dilanjutkan dengan seleksi mahasiswa binaan dan ia dinyatakan lulus.

“Dia mengikuti seluruh proses seleksi sama dengan mahasiswa FK dan kemudian dia mengikuti seleksi mahasiswa binaan. Dia cerdas secara akademik. Menghafal 30 juz, namun sayang secara finansial kurang mampu. Dia mendapatkan fasilitas bebas BPP dan SPP,” jelas Nurjannah.