Pengakuan Mengejutkan 2 Eksekutor yang Disewa Aulia, Batal Habisi Pupung dan Dana Karena Alami Hal Ini


SURATKABAR.ID – Kasus pembunuhan Pupung Sdili (54) dan Adi Pradana (23) sukses bikin geger warga setelah sebelumnya jasad korban ditemukan hangus terbakar dalam mobil di Sukabumi, Jawa Barat, pada Minggu (25/8) lalu.

AK (45), seperti dikutip Tribunnews.com dari Kompas pada Kamis (29/8/2019), yang tak lain merupakan istri muda korban sengaja menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi Pupung dan Dana. Tak tanggung-tanggung, ia menyewa 4 orang pembunuh bayaran sekaligus dengan upah Rp 500 juta.

Dari empat orang yang disewa AK, yakni yakni AG, SG, RD, dan AL, hanya AG dan SG yang akhirnya menjalankan aksi kejahatannya.

Sementara dua dari pembunuh bayaran lainnya, seperti dijelaskan Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi, mengurungkan niat ikut andil dalam melakukan eksekusi. Alasannya, mereka sempat mengalami kejadian aneh di luar nalar.

Baca Juga: Peneman 4 Tengkorak Manusia di Halaman Belakang Rumah Warha Bikin Gempar Banyumas

AL, diungkapkan AKBP Nasriadi, tiba-tiba saja mengalami kejang-kejang ayan seperti kesurupan ketika berangkat dari apartemen di Jakarta menuju lokasi eksekusi, yakni di Lebak Bulus.

“Di tengah perjalanan dari apartemen ke Lebak Bulus, tepatnya di Jalan Pasar Minggu, salah satu eksekutor tersebut kesurupan, seperti sakit ayan,” ujar AKBP Nasriadi ketika dimintai konfirmasi, pada Kamis (29/8) kemarin.

Lantaran hal tersebutlah, RD lantas memutuskan mengantarkan AL kembali ke penginapan yang terletak di wilayah Pejaten, Jakarta. Dan dikarenakan kondisi AL yang tak kunjung membaik, RD pun memilih menemani rekannya dan batal melakukan eksekusi.

“RD pengin ikut sebenarnya, namun dia dapat informasi AL tak bisa ditinggal akhirnya RD mengurungkan dan hanya dua eksekutor yang ikut ke sana,” tutur AKBP Nasriadi.

Seperti yang diketahui, korban Pupung dan Dana dihabisi dengan cara diracun dan dicekoki minuman keras oleh dua pelaku. Jasad korban setelah itu dieksekusi sendiri oleh AK bersama sang anak, KV, dengan cara dibakar di dalam mini bus.