Viral Anak Kejang Karena Kecanduan Game, Keluarga Si Bocah Buka Suara Ungkap Fakta Sebenarnya


SURATKABAR.ID – Masih ingat dengan video seorang anak yang tubuhnya bergerak sendiri dan disebut-sebut merupakan dampak dari kecanduan game? Setelah beberapa waktu, pihak keluarga si bocah buka suara menyatakan keberatan dengan video yang viral di media sosial.

Bocah (sebut saja U) dalam video tersebut, seperti yang dilansir dari laman Detik.com, pada Selasa (27/8/2019), merupakan pengidap Hemiballimus. Desy, kakak sepupunya, mengatatakan karena menderita penyakit tersebut kaki dan tangan U bergerak sendiri tanpa terkontrol.

“Kata dokter memang penyakit langka, tetapi bisa disembuhkan,” ujar Desy dalam perbincangan dengan DetikHealth belum lama ini.

Awalnya, pihak keluarga membawa U untuk berkonsultasi dengan dokter di puskesmas dan meminta arahan terbaik terkait pengobatan bocah malang tersebut. Keluarga merasa semakin bingung menghadapi kondisi yang dialami U saat ini.

Baca Juga: Astaga! Siswa di Bondowoso Gangguan Jiwa Karena Kecanduan Game

“Ternyata saat datang ke puskesmas itu, ada yang merekam keadaan adik saya. Setelah itu disebarkan ke media sosial dengan mengklaim kalau ‘U’ sakit karena kecanduan game online. Padahal kamu pun belum memeriksakannya ke dokter dan belum tahu diagnosis sebenarnya,” tutur Desy lebih lanjut.

Untuk sementara ini, U tengah menjalani perawatan di spesialis saraf Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Magelang. Desy menegaskan, pihak keluarga juga telah memeriksakan kondisi kejiwaan U yang terbukti normal dan tidak mengalami gangguan apa pun lantaran kecanduan game seperti yang diberitakan.

“Dia memang suka main game. Tapi setelah diperiksa, itu tidak ada hubungannya sama sekali dengan kecanduan game. Kondisi kejiwaannya pun normal semua. Bahkan untuk makan hingga sholat pun seperti biasa,” imbuh Desy.

Kepada DetikHealth, Desy mengungkapkan bahwa video yang tersebar luas tersebut sangat berpengaruh pada kejiwaan U. Salah satu alasan bocah malang ini dirawat psikiater adalah lantaran ia merasa tertekan dengan kabar di media, di mana tak sesuai dengan kondisi sebenarnya itu.