Janjikan Cair pada April 2019, Apa Motif di Balik PKH Tahap Kedua Jokowi?


SURATKABAR.ID – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua akan cair pada awal April 2019 mendatang. Terkait hal tersebut, Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin meminta untuk tidak menghubungkannya dengan motif politik jelang pilpres.

“Jangan karena menjelang Pemilu dan khawatir dituduh motif politik, hak-hak rakyat miskin untuk mendapatkan program PKH malah ditunda. Nanti rakyat malah marah lagi sama Pemerintahan Jokowi kalau pencairan PKH tidak dilakukan tepat waktu,” ujar Huru Bicara TKN Ace Hasan Syadzily, Jumat (22/2), dikutip dari Detik.com.

Ace menjelaskan bahwa skema dana PKH turun sebanyak empat kali dalam setahun. Dan bulan April merupakan salah satu periode di mana dana PKH tersebut dicairkan. Ia juga menegaskan tidak ada kaitan apapun antara pencairan PKH dengan Pilpres 2019.

“Dalam skema pencairan PKH kan jelas bahwa Bansos diberikan 4 kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Januari, April, Juli, Oktober. Saya kira ini sudah jelas penjadwalannya,” jelas politisi yang juga duduk di Komisi VIII DPR sebagai mitra Kementerian Sosial.

Baca Juga: Batal! Janji Jokowi Realisasikan Gaji Kepala Desa Selevel PNS Ditunda ke 2020

“Pencairan tahap kedua program PKH tidak terkait dengan Pilpres 2019. Kebijakan pencairan tahap kedua dari PKH pada awal April memang sudah direncanakan sesuai agenda yang telah dicanangkan,” imbuh Ace lebih lanjut.

Sebelumnya Calon Presiden Petahana Joko Widodo (Jokowi) menjanjikan penyaluran dana PKH 2019 tahap kedua akan dilaksanakan pada awal April 2019. Ia berpesan agar masyarakat memanfaatkan dana tersebut dengan tepat, terutama dalam kebutuhan keluarga.

Adapun hal tersebut langsung direspons oleh Badan Pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. BPN menilai Jokowi sengaja kejar tayang dalam penyaluran sejumlah bantuan sosial menjelang pilpres. Kubu Prabowo menilai perlu penelusuran lebih lanjut mengenai motif Jokowi membagikan bantuan sosial.

“Walau percepatan pencairan itu disenangi masyarakat, tapi motif percepatan pencairan itu perlu ditelusuri. Apakah murni sesuai dengan agenda program atau ada motif politik di baliknya,” ungkap Juru Debat BPN Prabowo-Sandiaga, Saleh Partaonan Daulay, pada Jumat (22/2).