Astaga! Dijemput Paksa Karena Mangkir Sidang, WN Inggris Penampar Petugas Imigrasi Bali Malah ‘Sikat’ Jaksa


SURATKABAR.ID – Warga negara (WN) Inggris penampar petugas Imigrasi Bali, Auj-e Taqaddas terpaksa harus dijemput paksa oleh jaksa untuk menghadiri sidang vonis pada hari ini, Rabu (6/2). Namun ketika penjemputan, Taqaddas sempat berulah. Ia bahkan sampai menendang salah satu jaksa.

Melansir dari laman Detik.com, rupanya terdakwa Taqaddas telah mangkir dari panggilan sidang sebanyak tiga kali. Karena alasan tersebut, pihak Pengadilan Negeri (PN) Denpasar pun memutuskan untuk melakukan penjemputan paksa terhadap terdakwa.

“Kebetulan terdakwa Auj-e Taqaddas sudah mangkir sidang tiga kali. Jadi kita berhak melakukan upaya paksa untuk menghadirkan terdakwa di sidang,” jelas Kasi Intel Kejari Badung Waher Tarihoran ditemui di Pengadilan Negeri Denpasar, Jalan PB Soedirman, Denpasar, Bali, Rabu (6/2).

Disebutkan Waher, pihaknya telah melakukan penantauan terhadap pergerakan terdakwa selama sepekan. Dan ketika penjemputan di depan bioskop di salah satu mal di Kuta, Taqaddas malah tengah asyik duduk-duduk santai di depan mal.

“Sejak Sabtu kita pantau pergerakan terdakwa. Kita minta hakim untuk dimajukan sidang untuk hari ini. Seminggu kita pantau, sehingga hari ini pukul 11.30, (dia sedang di) depan mal lagi duduk santai. Menyatakan kurang sehat, tapi lagi duduk-duduk santai,” jelas Waher.

Baca Juga: Duh! Ditahan Lantaran Overstay, Bule Inggris Ini Beralibi dan Nekat Lakukan Hal Tak Terpuji pada Petugas Imigrasi

Waher mengungkapkan pihaknya telah memberikan penjelasan terkait maksud kedatangan pihaknya ketika menghampiri Taqaddas. Akan tetapi terdakwa malah menolak dan melancarkan perlawanan ketika jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan dan empat petugas lainnya menggiringnya ke mobil.

Ia menyebutkan memiliki barang bukti ketika Taqaddas menyerang jaksa. “Jaksa kita ditendang, dipukul, sewaktu mengamankan. Buat kami, itu kerikil kecil, nggak dimasukkan ke hati. Ada perlawanan, ya ngamuk. Kebetulan kita juga ada videonya,” ungkap Waher lebih lanjut.

Meski telah diberikan penjelasan secara mendetail oleh jaksa agar Taqaddas mengindahkan undangan sidang vonis hari ini, namun, seperti yang diungkapkan Waher kemudian, sang terdakwa malah terus berontak dan menolak diseret paksa.

“Dijelaskan jaksa baik-baik, si terdakwa marah-marah, kita jelasin sekali lagi, masih marah-marah juga. Ahkirnya kita bawa paksa, masih terus berontak. Sandalnya putus ya, mungkin karena dia nendang-nendang, jaksa saya ditendang,” pungkas Waher dengan tegas.