Janji Pangkas Ongkos Naik Haji, Inilah yang Akan Dilakukan Sandiaga


    SURATKABAR.ID – Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno berjanji akan menurunkan ongkos naik haji atau ONH apabila Prabowo Subianto dan dirinya berhasil memenangkan kontestasi empat tahunan, Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang.

    Hal tersebut, seperti yang dihimpun dari laman Tempo.co pada Minggu (27/1/2019), disampaikan Sandiaga di hadapan ibu-ibu, buruh musiman, mahasiswa, dan masyarakat di sekitaran Asrama Haji Makassar, Sulawesi Selatan.

    “Di sini tempat asrama haji, kan? Jika Pak Prabowo dan saya terpilih sebagai presiden dan wakil presiden, kami akan menurunkan ONH,” seru Sandiaga di Pondok Madinah, Sudiang, Biringkanaya, Kota Makassar, seperti yang dinyatakan dalam pernyataan resmi Media Center Prabowo-Sandi, Sabtu( 26/1).

    Sandiaga menilai, sebenarnya bukan tidak mungkin menurunkan ONH. Selama pemerintah mau. “Kenapa? Jawabnya singkat saja. Karena kita memang bisa menurunkannya jika mau,” ujarnya dengan tegas.

    Menurutnya, apabila pemerinta menurunkan ONH, mana nantinya kesempatan untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah bukan lagi hal yang mustahil dilakukan oleh semua umat Islam di Tanah Air. Tanpa terkecuali.

    Baca Juga: Buntut Panjang Pernyataan Sandiaga Soal Persekusi dan kriminalisasi Nelayan Najib

    Untuk melakukan itu, Sandiaga menyebut, harus dilakukan pengelolaan dana haji dengan lebih baik. Tahun ini, sebutnya, jika dana haji sebesar Rp 110 triliun dimanfaatkan dengan maksimal sebenarnya bisa digunakan untuk menekan ONH.

    Dana haji tersebut, ungkap Sandiaga lebih lanjut, harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk para jamaah dan membuka kesempatan berangkat haji selebar-lebarnya. “Kita akan bangun infrastruktur di Makkah dan Madinah untuk kepentingan jamaah haji Indonesia,” katanya.

    Langkah tersebut dilakukan untuk menekan ONH. “Dan bisa dijangkau oleh masyarakat kebanyakan,” imbuh Sandiaga yang usai acara langsung melanjutkan bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Darul Aman Gombara Makassar.

    Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu, sebelumnya menyebutkan dari target pengelolaan dana haji tahun 2018 sebesar Rp 111,8 triliun, yang sudah terealisasi adalah Rp 114 triliun. Tahun 2019, BPKH menargetkan dana kelolaan senilai Rp 121 triliun, di mana 50 persen di Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS-BPIH) dan 50 persen lagi di investasi.

    Terkait Ongkos Naik Haji (ONH) BPKH juga memastikan pada 2019 pelaksanaan pembiayaan yang disalurkan adalah sebesar Rp 7 triliun. Sedangkan pada 2020, komposisi penempatan dana di BPS-BPIH adalah 30 persen.

    Biaya operasional haji tahun 2019 diperkirakan antara Rp 6,5 triliun hingga Rp 6,8 triliun. Sementara sekitar US$ 500 juta rencananya akan dialokasikan ke dalam bentuk valas.

    [wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]