Hore! Akhirnya Asosiasi Maskapai Penerbangan Putuskan Turunkan Tarif Tiket Pesawat


SURATKABAR.ID – Indonesia National Air Carriers Association (Inaca) sepakat untuk menurunkan harga tiket pesawat setelah sebelumnya masyarakat banyak yang mengeluhkan harga tiket pesawat terus melambung tinggi. Adapun keputusan tersebut diambil usai berdiskusi dengan para maskapai.

“Kita berkomitmen menurunkan harga tiket diikuti komitmen positif para stakeholder,” tutur Ketia Inaca Ari Ashkara terkait keputusan menurunkan harga tiket pesawat, ditemui di Jakarta pada Minggu (13/1), seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Lebih lanjut, Ari mengungkapkan, maskapai dengan stakeholder terkait sebenarnya telah mendiskusikan terkait hal tersebut sejak pekan lalu. Inaca memutuskan untuk menurunkan harga tiket pesawat usai mendengar keluhan masyarakat yang keberatan dengan kenaikan harga tiket pesawat.

“Sejak Jumat (12/1) kami sudah menurunkan tarif harga domestik, khususnya Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta. Walau di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, kami lebih mendengar keluhan masyarakat. Intinya seperti itu,” ungkap Ari.

Dengan adanya penurunan harga tiket pesawat, Ari ebrharap, masyarakat dapat memiliki akses yang lebih terbuka lebar terhadap layanan transportasi udara. Ia juga mengungkapkan, keputusan penurunan harga tiket penerbangan sesuai dengan koridor regulasi dan peraturan tata kelola industri penerbangan.

Baca Juga: Soal Harga Tiket Pesawat yang Melambung Tinggi, Menhub Imbau Masyarakat Berikan Toleransi

“Inaca memastikan penurunan tarif tiket penerbangan tersebut sesuai dengan koridor regulasi dan aturan tata kelola industri penerbangan nasional dan tetap mengutamakan keselamatan penerbangan dengan tetap meningkatkan pengawasan atas safety dan maintenance seluruh pesawat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memberikan toleransi atas kenaikan tarif tiket pesawat belakangan ini. Kemenhub mengklaim kenaikan tersebut wajar dan masih sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 14/2016.

“Jadi saya imbau masyarakat, siapa pun juga untuk memberikan toleransi. Tetapi airline juga menaikkan jangan terlalu tinggi. Jadi ada suatu harga tertentu di mana airline bisa menutup ongkos, tetapi warga tidak merasakan suatu kenaikan yang berlebih,” ungkap Menhub Budi Karya Sumadi, di Jakarta, Sabtu (12/1), seperti dikutip dari Kumparan.com.