Subhanallah! Lakukan Evakuasi Korban Longsor Sukabumi, Relawan Jadi Saksi Kejadian di Luar Nalar


SURATKABAR.ID – Ada kejadian tak masuk di akal dan logika ketika dilakukan proses evakuasi korban longsor di Lampung Cimapag Garehong, RT 05/04, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Sukabumi. Selain duka mendalam, bencana yang terjadi pada akhir 2018 itu menyisakan kisah di luar nalar.

Tim Radar Sukabumi, seperti yang dilansir dari laman JawaPos.com pada Minggu (6/1/2019), siang itu banyak anggota SAR Basarnas gabungan yang masih berusaha menyingkirkan lapisan material longsoran. Perjalanan menuju lokasi bukanlah jalur yang mudah untuk dilalui.

Selain jalanan curam, lumpur tebal menjadi penghambat langkah menuju titik evakuasi. Belum tiba di lokasi, tim menemukan sebuah Al-Qur’an dalam kondisi yang mengejutkan. Al-Qur’an yang ditemukan di tengah tumpukan material longsor itu masih cukup bersih dan tanpa kerusakan sedikit pun.

Mushaf tersebut ditemukan di dalam lemari yang dipenuhi lumpur. Sementara benda-benda lain di dalam lemari tersebut kotor dan rusak, bahkan tak lagi berbentuk akibat material longsor, namun kondisi yang kontras terlihat pada Al-Qur’an itu.

“Subhanallah, ini bukti atas kekuasaan Allah yang menjaga firman-Nya di tengah-tengah bencana ini,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi Iyos Somantri yang pada kesempatan tersebut turut dalam rombongan evakuasi.

Baca Juga: Astaghfirullah! Hilang Misterius di Gunung Slamet, Tak Disangka Begini Kondisi Terakhir Seorang Santri Tegal

Pria yang juga menjabat Kepala BPBD Kabupaten Sukabumi tersebut langsung menurunkan perintah kepada anggotanya agar segera mengevakuasi Al-Qur’an tersebut. Pasalnya ia cemas kitab suci tersebut bisa rusak apabila dibiarkan, bahkan bisa terinjak oleh para relawan yang mencari korban.

“Tolong ini amankan. Takut terinjak ataua pun rusak bila dibiarkan,” tutur Iyos sembari mengulurkan Al-Qur’an di tangannya kepada anak buahnya.

Kejanggalan lain dikisahkan seorang relawan bernama Mukhlisin (38). Ia mengaku takjub saat mengevakuasi jenazah yang berada di bawah timbunan lumpur longsor. Dari enam jenazah, ada satu yang kondisinya mengejutkan. Pakaian jenazah tersebut sama sekali tak tersentuh material longsor.

“Saat dievakuasi, kondisi jenazah tengah duduk dengan kepala menyandar ke dinding rumah. Baju koko dan sarung yang dia kenakan tak sedikit pun tersentuh atau terkotori material longsor,” ungkap pria bertubuh tegap itu.

Menanggapi kejadian di luar nalar manusia tersebut, Mukhlisin mengaku sangat yakin bahwa semua itu terjadi karena kehendak Sang Pencipta. Menurutnya, di setiap bencana yang terjadi, Tuhan telah menunjukkan tanda dan bukti atas kekuasaan dan keagungan-Nya.

“Bagi saya, melakukan aksi seperti ini bukan kali pertama. Di setiap bencana, pasti ada hal yang menurut akal kita itu mustahil. Namun saya yakin, semua itu merupakan peringatan dan bukti atas kebesaran dan kekuasaan Allah,” pungkas Mukhlisin.