Soal Award Kebohongan PSI, Pakar LIPI: Itu Tak Etis dan Melampaui Batas


SURATKABAR.ID Menurut Siti Zuhro sebagai Peneliti Politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, tindakan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memberi penghargaan (award) kebohongan untuk Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief itu tidak etis. Kata Siti, PSI semestinya berfokus pada tugas dan fungsinya sebagai partai politik saja. Bahkan ia juga mengungkapkan bahwa PSI kali ini sudah melampaui batas.

Sebelumnya, diketahui bahwa PSI telah memberikan award kebohongan kepada Prabowo, Sandiaga dan Andi Arief. Menukil Tempo.co, Minggu (06/01/2019), penghargaan itu ditandatangani sendiri oleh Ketua Umum PSI Grace Natalie dan Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni.

Award kemudian disematkan kepada ketiga orang itu karena munculnya pernyataan soal selang cuci darah Rumah Sakit Ciptomangunkusumo, membangun tol Cipali tanpa utang, dan tujuh kontainer surat suara yang sudah tercoblos di Tanjung Priok.

“Mereka (PSI) melampaui batas,” tandas Siti saat dihubungi pada Sabtu (05/01/2018).

Tidak Sesuai Fungsi

Menurut Siti Zuhro, fungsi partai politik itu tidak demikian seperti yang diperbuat oleh PSI.

Baca juga: KPU Akan Beri Daftar Pertanyaan Untuk Capres Sepekan Sebelum Debat

“Fungsi partai politik itu melakukan pendidikan politik, mencerdaskan masyarakat secara politik, melakukan agregasi, melakukan artikulasi,” tegasnya menjabarkan.

Terlebih, imbuh Siti, sebagai partai baru, harusnya PSI berfokus melakukan konsolidasi internal demi memastikan lolos ke parlemen. Siti menjelaskan bahwa tugas penting PSI saat ini adalah melakukan sosialisasi agar dikenal luas. Selain itu PSI sudah semestinya berupaya membuktikan diri apakah mereka sudah pantas menjadi wakil rakyat.

“Semua partai baru harus tahu dirinya. Mereka belum tahu ada di parlemen, mereka belum tahu apakah bisa memenuhi kuota empat persen,” tukas Siti menambahkan.

Siti juga menyebut tindakan PSI itu berbahaya dan bisa berbalik menyerang diri mereka sendiri. Pasalnya, yang dikritik PSI adalah calon presiden-wakil presiden yang notabene mempunyai banyak massa. Mereka juga merupakan elite partai politik yang sudah mapan.

“Ini berbahaya sekali. Tidak apa-apa dukung Pak Jokowi, tapi caranya yang elok,” imbau Siti.

Menurutnya, jika mengkritik hanya demi kepentingan elektoral, maka pihak lawan dapat melakukan serangan balik terhadap PSI. Semisal, lanjutnya, kesalahan PSI dan capres yang didukungnya, Joko Widodo, akan dicari-cari.

“Nanti di sana dikulik-kulik, nanti terjadi respons-respons yang tidak bagus. Mereka juga bisa di-sue (dituntu) secara hukum,” urai Siti mengingatkan.

Relawan Prabowo Akan Balas Beri Award PSI “Partai Ter-alay”

Di lain pihak, Jaringan Relawan Prabowo-Sandiaga (JARPAS) berencana membalas guyon award Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dengan memberi penghargaan serupa. Kata Sura Supriatna yang merupakan Ketua Divisi Advokasi JARPAS, pihaknya akan mengganjar PSI dengan predikat “Partai Ter-alay”.

“JAPRAS akan mengkaji bahwa PSI itu partai ter-alay sedunia. Nah itu akan kita berikan juga award-nya,” ujar Sura saat ditemui di Polda Metro Jaya, Sabtu (05/01/2019).

Pernyataan itu tentunya dilatarbelakangi oleh perasaan tak terima dari relawan loyalis Prabowo terhadap sikap PSI. Pasalnya, menurut mereka, PSI telah memperlakukan capres dan cawapres yang mereka dukung dengan tidak baik.

Seperti diketahui, PSI sebelumnya melempar sejumlah unggahan penghargaan nyeleneh ke Twitter. Penghargaan itu menampilkan nama Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, dan politikus Demokrat Andi Arief sebagai tokoh kebohongan dan ter-lebay (berlebihan) di awal 2019.

Dalam sejumlah potret terkait, PSI tampak memberikan award itu dalam bentuk piagam. Di dalamnya termaktub tanda tangan dan nama terang Ketua Umum PSI Grace Natalie dan sekretaris jenderal Raja Juli Antoni.

Sura mengklaim timnya akan melakukan riset dan kajian untuk melempar serangan balasan kepada PSI.

Akan Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

Selain mengganjar dengan award serupa, JARPAS berencana melaporkan partai berlogo bunga mawar itu ke Polda Metro Jaya. Mengawali pelaporan tersebut, Sura telah berkonsultasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) pada Sabtu sore kemarin.

Sedianya, laporan itu akan langsung dilayangkan. Namun berkas mereka kurang lengkap. Sementara itu sebagai penguat aduan, Sura mengatakan pihaknya telah membawa barang bukti berupa tangkapan layar award ala PSI yang diunggah di Twitter akun partai itu.

“Namun kami kurang membawa surat kuasa,” papar Sura. Adapun surat kuasa yang dimaksud ialah surat bertanda tangan Ketua Umum JAPRAS.

Golkar Ikut Beri Imbauan

Melansir CNNIndonesia.com, politikus Partai Golkar Roem Kono mengaku tak setuju atas putusan PSI dengan perihal penghargaan (award) kebohongan ini. Roem juga mengimbau agar PSI tidak bikin gaduh dengan mengadakan penghargaan seperti itu.

“Saya tidak setuju, itu bukan budaya kita. Saya kira, (hoaks) kita serahkan kepada yang berwajib. Jangan menambah-nambah gaduh, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu dilakukan itu menambah keruh,” tandas Roem saat ditemui di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (05/01/2019).

Roem sendiri tak ada masalah jika partai atau politikus saling mengingatkan dalam adab berpolitik. Namun, ia menilai cara PSI salah dan bahkan seolah menganggap demokrasi sebagai permainan.

“Kalau saling mengingatkan boleh tapi jangan saling seolah bangsa ini seperti apa permainan-permainan begitu, kita kan para politikus negarawan yang Pancasilais,” tegasnya mengingatkan.

[wpforms id=”105264″ title=”true” description=”true”]