Dahnil Pastikan Prabowo Akan Bongkar Kasus Novel Jika Jadi Presiden


SURATKABAR.ID – Kasus teror penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat komentar dari Dahnil Anzar Simanjuntak. Selaku Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ia memberikan tanggapan saat ditanyai mengenai Hari Anti Korupsi internasional.

Melansir reportase CNNIndonesia.com, Minggu (09/12/2018), Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa penyelesaian kasus itu menjadi salah satu perhatian Prabowo-Sandiaga. Pasalnya, seperti diketahui, hingga detik ini, pelaku penyiraman air keras itu tak kunjung jua ditemukan oleh pihak yang berwenang.

Bahkan, Dahnil menyebut jika menang dan keluar sebagai presiden di Pilpres 2019 nanti, Prabowo akan membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta untuk mengungkap kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan.

“Kemarin saya juga terkait kasus Novel Baswedan menjadi komitmen Prabowo-Sandi, Pak Prabowo menjadi Presiden pastikan salah satu kasus yang akan diselesaikan adalah kasus Novel dan Pak Prabowo akan membentuk TGPF,” urainya kepada pers, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (09/12/2018).

Akan tetapi, Dahnil tidak intens berkomunikasi dengan Novel mengenai janji penyelesaian kasus ini. Menurutnya, hal itu disebabkan karena komunikasi tersebut dinilai tidak etis secara politik. Tidak etis di sini dikarenakan posisi Dahnil yang merupakan Koordinator Juru BPN Prabowo-Sandiaga.

Baca juga: Jika Menang Nanti, Sandiaga Janjikan 3 Kursi Menteri untuk Generasi Milenial

“Saya, Novel sahabat saya, tentu secara politik tidak etis misalnya komunikasi intens dengan Novel hari ini. Sebagai sahabat tetap diskusi,” terangnya.

Lebih lanjut, Dahnil mengimbuhkan BPN akan fokus terhadap kasus korupsi. Ia juga berharap agar penyelesaian kasus korupsi tak lagi menjadi alat politik.

“Apalagi mengarah pada upaya kriminalisasi mereka yang menjadi aktivis antikorupsi dan sebagainya,” ucapnya.

Sebelumnya, Wadah Pegawai KPK pekan lalu (02/12/2018) menyerukan agar proses hukum terkait kasus penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan terus diusut. Genap 600 hari sejak kasus itu terjadi pada April 2017, belum ada titik terang terkait pelaku penyiraman.

“Berbagai upaya telah dilakukan seluruh rakyat Indonesia untuk mendesak Presiden Joko Widodo agar bertindak konkret, namun sampai saat ini semua belum membuahkan hasil,” papar Ketua WP KPK Yudi Purnomo melalui pesan singkat, Minggu (02/12/2018).

Akibat insiden teror tersebut, Novel harus mengalami kerusakan pada matanya pasca disiram air keras pada 11 April 2017. Sampai sekarang, pelaku penyiraman air keras yang menyebabkan rusaknya mata Novel itu belum ditemukan. Bahkan titik terang pengusutan kasusnya pun belum terlihat.

Poling #Pilpres2019 SuratKabar.id
Jika Pilpres 2019 dilaksanakan hari ini, pasangan mana yang akan anda pilih?
Klik 'Vote!' untuk melihat hasil polling sementara.