Nyesek Parah! Sesaat Sebelum Pesawat yang Ditumpanginya Hilang Kontak, Hesti Sempat Janjikan Ini


SURATKABAR.ID – Ada begitu banyak cerita mengharukan di balik kecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air JT 610, Senin (29/10) pagi. Salah satunya datang dari Hesti Nuraini, salah satu penumpang yang menaiki pesawat dengan rute Jakarta-Pangkal Pinang tersebut.

Hesti, seperti dilansir dari laman Tribunnews.com pada Senin (29/10/2018), merupakan salah satu dari total 20 pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menjadi korban. Posisinya adalah sebagai pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Bangka.

Sejak pemberitaan tragedi yang menimpa pesawat nahas Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 itu ramai di berbagai media, akun media sosial Facebook Hesti mulai dibanjiri komentar dari sanak kerabat dan teman-temannya.

Ada satu yang sangat menyentuh. Diposting oleh pemilik akun Facebook bernama Iin Khusnaini, unggahan tersebut berisikan janji yang pernah diucapkan Hesti. Iin sendiri merupakan pegawai yang bekerja di Direktorat Jenderal Pajak sama seperti Hesti.

Mba Hesti Nuraini… Mba janji mau antar aku jalan2 keliling Bangka pekan ini kaan.. .Tadi pagi, aku sdh prepare ambil cuti… Lanjut rencana klik tiket,” tulis Iin mengawali unggahannya yang disertai hasil tangkap layar percakapan WhatsApp, Senin (29/10).

Baca Juga: Merinding! Saksi Mata Beberkan Fakta Mengejutkan Soal Puing Lion Air JT 610

Gak sabar pengen jalan2 sm mba hesti. Mengulang nostalgia kita 8 tahun lalu, 5 hari full cuti liburan bareng kelilingin satu Pulau Dewata, kita satu kamar..satu mobil berhari2, menikmati Indahnya Bali bersama..

Hebatnya .. Jalan2 keliling Bali di dalam mobil pun mba masih pegang quran kecil.. Mba muroja’ah.. Mengulang2 hafalan Quran!

Kita sepekan terakhir ini, sdh WA-an seru janjian kaaan kl pekan ini mau habiskan waktu bareng di Pantai Bangka sambil makan ikan bakar maknyyuuss.. Ngobrol sana sini berjam jam spt biasanyaaa…

Aneh aku manggil mba… Krn kita biasa saling memanggil dg sebutan mamah…

Mamah..pagi ku hari ini berantakan…

Mamah harus tanggungjawab!!! Air mata ini gak mau berhenti mengalir…

Mah, coba kasih tau… Dengan cara gimana, Aku bisa berentiin air mata ini…Mamah keterlaluan… Keterlaluan baiknya sm aku… Mamah sbg kakak ku iya, sbg temen dagang iya, sbg temen dlm ruhiyyah iya, sbg temen gokil dan kulineran iyaa..sbg temen ngobrol..

Kita sering bangeeet kan Mah.. Ngobrol sampe jauuuh malam… Org pada mulai keliling ronda, kita masih cicit cuit beduaan. Senengnya py rmh deketan kita.. Bs sering hangout kita yaa Mah..

Mamah.. Aku masih harap keajaiban dr Alloh.. Mamah masih ada utk menuhin janji ke aku utk jalan2 bareng di Bangka.. Just both of us, you and me… Seperti rencana kita… Puas2in cerita2 berdua di pinggir pantai,” tulis Iin panjang lebar menggambarkan perasaannya mendapatkan kabar yang menimpa Hesti.

Iin mengungkapkan dirinya masih berpegang pada harapan akan adanya keajaiban. Dengan begitu ia bisa meminta Hesti untuk membayar hutang seperti yang pernah dijanjikan kepada dirinya sebelum peristiwa mengerikan tersebut.

Komentar, doa, dan ucapan duka pun memenuhi tulisan yang diunggah Iin. Bukan hanya Iin yang berharap Hesti masih bisa pulang dengan selamat. “Innalilahi wa innailaihi rojiun, semoga ada keajaiban dari Allah,” harap mereka.