Siswa Yatim Jualan Cilok di Sekolah, Pengakuan Kepsek Mengejutkan


    SURATKABAR.ID – Seorang siswa kelas XIII SMK Bhakti Karya Karanganyar berjualan cilok sekaligus sekolah setiap harinya. Dia adalah Ida Ayu Riski Susilowati.

    Gadis berkerudung yang akrab disapa Ayu ini membuat cilok di rumah sejak dini hari. Kemudian, pada pukul 6 pagi, Ayu berangkat sekolah dengan mengayuh sepeda sejauh 4 kilometer.

    Di bagian belakang sepedanya, Ayu mengangkut cilok dagangannya. Dagangan ini dipilihnya karena mudah dibuat dan disukai oleh teman-temannya di sekolah. Biasanya, Ayu membuka lapaknya saat jam istirahat.

    Sebelum berjualan cilok di sekolah, Ayu sebenarnya pernah melakoni jasa perbaikan sepatu atau sol sepatu. Ia mendapatkan keterampilan tersebut dari almarhum sang ayah, Sukirno, yang meninggal 2 tahun lalu.

    Baca juga: Dulu Populer Berkat Lagu Udin Sedunia, Kini Kehidupannya Berbalik 180 Derajat

    Namun, uang yang diperoleh dari memperbaiki sepatu tak bisa mencukupi kebutuhan dirinya dan adiknya.

    Selain itu, Ayu juga pernah menjadi juru parkir. Bahkan, ia mengaku kenal dengan sejumlah koordinator parkir di Karanganyar. Pekerjaan ini biasanya dilakukannya saar akhir pekan.

    Namun, karena hanya dilakukan saat akhir pekan atau hari libur, pekerjaan ini juga tak bisa memenuhi kebutuhan hidup.

    Sementara itu, Kepala SMK Bhakti Karya Karanganyar, Sutarno mengakui bahwa ada siswanya yang mencari nafkah sekaligus bersekolah. Sebenarnya, pihak sekolah pernah menawarkan kios di sekolah agar Ayu bisa lebih leluasa dalam berjualan.

    “Tapi dia menolak karena khawatir akan tertinggal pelajaran,” terang Sutarno, seperti dilansir dari tempo.co, Kamis (25/10/2018).

    Selain itu, pihak sekolah pernah menawarkan pembebasan sekolah untuk Ayu. Namun, lagi-lagi Ayu menolak keringanan tersebut. “Selain mandiri, dia juga siswa yang memiliki harga diri dan membuat kami salut,” lanjut Sutarno.

    Setiap harinya, Ayu mengaku punya waktu tidur selama 2 jam. Sepulang sekolah di sore hari, ia akan beristirahat sejenak. Kemudian, ia akan belajar setela Maghrib hingga pukul 10 malam.

    “Kalau PR-nya banyak, biasanya tidur tepat tengah malam,” kata Ayu. Kemudian, pukul 2 dini hari Ayu bangun untuk menyiapkan dagangannya.