Jalan Tolnya Dikritik Hanya Bisa Dinikmati Orang Berduit, Begini Jawaban Menohok Jokowi


SURATKABAR.ID – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) berhasil membangun 448 kilometer ruas jalan tol dalam empat tahun saja. Namun demikian masih banyak pihak yang melontarkan kritikan pedas dan menyebut jalan tol itu hanya bisa dinikmati oleh orang-orang berduit.

Menanggapi hal tersebut, dilansir dari Kompas.com, Selasa (23/10/2018) Jokowi buka suara. Dengan tegas ia menilai orang-orang yang mengkritik jalan tol hanya untuk orang kaya adalah mereka yang berpikiran pendek.

“Tidak seperti itu. Ini dalam rangka untuk semuanya. Efeknya, jangan lihat jalan tol saja. Jalan tol itu akan bisa mendistribusikan logistik. Mobilitas orang juga semakin cepat,” jelas Jokowi dalam program Satu Meja yang disiarkan Kompas TV pada Senin (22/10) malam.

“Sehingga itu (kritik jalan tol hanya untuk orang kaya) pikiran pendek yang tidak berhitung, berkalkulasi secara ekomoni,” imbuh mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa bukan hanya pemilik kendaraan pribadi saja yang akan menggunakan jalan tol tersebut. Ratusan kilometer jalan tol yang dibangun pemerintah juga bakan bisa dimanfaatkan oleh truk-truk pengangkut logistik.

Baca Juga: Alumni 212 Akhirnya Akui Jokowi Sukses Patahkan Fitnah Anti-Islam dan Ulama

Menurutnya, dengan adanya jalan tol, maka akan membuat pendistribusian logistik jauh lebih cepat dan murah. Hal tersebut tentu akan berimbas kepada semakin murahnya harga-harga. Dan yang akan menikmatinya adalah masyarakat itu sendiri.

“Yang perlu saya sampaikan bahwa ini memperkuat daya saing kita berkompetisi dengan negara lain. Sehingga kalau bisa diintegrasikan, airport, pelabuhan, tol, kawasan industri, itu yang namanya kita akan masuk industrialis besar-besaran dan hilirisasi besar-besaran,” tegas Jokowi kemudian.

Pada acara yang sama, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengungkapkan harapannya agar Indonesia kembali mendapatkan kepercayaan penuh dari dunia internasional. Untuk mewujudkannya, Presiden dibantu oleh para menteri berupaya keras mempersiapkan sejumlah event skala besar serinci mungkin.

“Kita ingin mendapat trust. Kita ingin membangun kepercayaan dari dunia internasional terhadap negara kita, Indonesia. Sehingga event besar tersebut, baik Asian Games, baik Asian Para Games atau Annual Meeting IMF-WB, itu betul-betul kita rencanakan sejak awal dan detail. Ini yang masyarakat enggak tahu. Detail,” tutur Jokowi.