Dinas Kesehatan Selidiki Kasus Bocah Meninggal Usai Imunisasi MR


SURATKABAR.IDSeorang bocah berinisial AL usia 9 tahun meninggal dunia usai diberikan imunisasi Campak (Measles) dan Rubella (MR) di sekolahnya, Selasa (14/08/2018). Terkait hal ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih belum bisa menyimpulkan apa penyebabnya.

“Sampai saat ini kita belum bisa simpulkan apa penyebab AL meninggal. Apakah karena vaksin imunisasi atau hal lain. Saat ini kami berada di rumah duka untuk mengecek segala kebutuhan untuk mengungkapnya,” papar Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya, dr Willy Mambieuw, saat dihubungi lewat telepon selulernya, Rabu (15/08/2018). Demikian dilansir dari laporan Kompas.com.

Willy mengungkapkan, AL bukanlah orang pertama yang mendapat vaksin saat imunisasi itu. Bocah itu merupakan yang  kedelapan dari siswa yang ada di kelas IV.

“Kita lihat temannya tidak ada mengalami gejala apapun setelah divaksin. Dia orang kedelapan di kelasnya. Makanya kita perlu mengecek secara medis dulu,” imbuhnya.

Ditegaskan Willy, BPOM Provinsi Papua akan mengecek vaksin imunisasi yang digunakan untuk membantu proses penyelidikan.

Baca juga: Waspada! Tiup Lilin Kue Ulang Tahun Ternyata Punya Resiko Kesehatan

“Besok BPOM Papua akan tiba ke sini dan mengambil bukti-bukti yang ada, untuk memastikan vaksin yang digunakan bermasalah atau tidak,” sebutnya.

Kendati ada peristiwa ini, tambah Willy, imunisasi di sekolah-sekolah di Kabupaten Jayawijaya terus dilaksanakan.

“Inikan program terpusat, jadi tetap kita laksanakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kapolres Jayawijaya AKBP Yan Pieter Reba menyebutkan, pihaknya akan meminta keterangan dari para petugas kesehatan di Puskesmas Kurulu, yang melakukan imunisasi.

“Kami akan meminta keterangan dari semua pihak, baik sekolah maupun petugas puskesmas untuk melakukan penyelidikan awal,” tutur Yan Reba kepada pers.

3 Anak Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara itu, 3 anak di Polewali Mandar, Sulawesi Barat, juga dilarikan ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi berhari-hari usai disuntik vaksin Measles Rubella (MR) oleh petugas puskesmas setempat. Seluruh korban kini menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar. Ketiga anak berasal dari Kecamatan Wonomulyo.

Menurut perawat, dua anak telah diperbolehkan pulang karena kondisinya yang membaik usai menjalani perawatan beberapa hari. Sementara satu orang anak kini masih menjalani perawatan.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Polewali Mandar Suaib Nawawi membantah anak tersebut sakit akibat vaksin rubella. Suaib saat dikonfirmasi menyebutkan, dari hasil rekam medik, ketiga anak tersebut memang memiliki riwayat penyakit yang berbeda.

“Memang ada tiga anak dilaporkan dilarikan ke rumah sakit, tapi belum pasti itu karena vaksin Rubella,” ujar Suaib.

Ia mengimbau masyarakat agar tak resah dengan maraknya berita tentang anak yang sakit usai divaksin Rubella. Dinkes Polewali Mandar sendiri tetap memberikan vaksian MR secara massal di sekolah-sekolah meski masih polemik soal status halal.

Sejumlah petugas kesehatan yang mengelar vaksin menyampaikan, vaksin MR terancam rusak jika tak digunakan. Alasannya, tempat penyimpanan vaksin di puskesmas tak memenuhi standar dan tak aman untuk jangka waktu lama.

“Ada sekitar 6 miliar vaksin bisa rusak kalau ditunda karena tidak bisa disimpan dalam waktu lama di puskesmas,” ungkap petugas kesehatan saat sibuk melayani vaksin massal di salah satu sekolah di Polewali Mandar.