Di Balik Air Mata Kadishub dan Pelukan Anies yang Lepas Pengunduran Diri Sandi


SURATKABAR.ID – Andri Yansyah yang merupakan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta terlihat sedih saat bertemu dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Jumat (10/08/2018) kemarin. Dengan mata yang berkaca-kaca sembari menitikkan air mata, Sandiaga langsung memeluk erat Andri seraya menepuk pundaknya. Andri bercerita bagaimana dia merasa sedih atas kepergian Sandiaga.

Seperti diketahui, Sandiaga mundur dari jabatan wakil gubernur untuk maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2019.

“Saya ini terbilang orang yang keras dan tegas, tetapi kali ini sempat enggak kuat juga menahan air mata dan berkaca-kaca. Sampai enggak bisa mengatakan apa-apa,” beber Andri kepada awak pers, Sabtu (11/08/2018). Demikian sebagaimana dilansir dari laporan Kompas.com.

Ketika Sandiaga memeluknya, Andri memang tidak mengucapkan sepatah kata pun. Justru Sandiaga yang menyampaikan terima kasihnya pada Andri. Menurut Andri, Sandiaga tidak pernah menganggap anak buahnya sebagai bawahan.

“Beliau selalu menganggap bawahannya sebagai sahabat, ini pelukan seorang sahabat,” ujarnya kemudian.

Baca juga: Pilih Mundur Ketimbang Cuti, Pejabat DKI Peluk Haru Sandiaga di Hari Terakhirnya

Diakui Andri, ia merasa kehilangan. Bekerja bersama Sandiaga selama 10 bulan terakhir mendatangkan kesan tersendiri baginya. Menurutnya, sosok Sandiaga merupakan pemimpin yang bersahaja lagi cerdas.

“Dia terbuka untuk berdiskusi dengan siapa saja, mampu mencairkan suasana sehingga dapat diterima dimana saja dan dengan siapa saja,” kata Andri.

Selain berani mengambil risiko, Sandiaga juga dikenal cepat dalam membuat keputusan. Andri melihat Sandiaga merupakan pemimpin yang asyik. Tak hanya itu, Andri juga mengagumi kebiasaan-kebiasaan positif Sandiaga.

Banyak anak buah Andri yang ditugaskan untuk mengawal Sandiaga sehari-hari. Dari anak buahnya itu, Andri tahu kebiasaan Sandiaga yang rajin beribadah dan olah raga.

“Kalau olah raga, waduh enggak kuat deh ngimbanginnya,” imbuh Andri.

Walaupun kehilangan, Andri mengaku ikhlas dengan keputusan Sandiaga yang memilih mundur dari jabatan wakil gubernur.

Menurut Andri, Sandiaga terpanggil untuk melayani kepentingan masyarakat yang lebih luas lagi. Andri mendoakan agar Sandi bisa selalu mementingkan masyarakat kecil. Dia juga mendoakan Sandiaga bahagia dan sehat selalu.

“Saya sangat bangga pernah dalam satu tim dengan Pak Sandi,” ungkap Andri.

Perpisahan Sandiaga dengan Jabatannya

Diberitakan sebelumnya, berakhir sudah hari-hari Sandiaga Salahuddin Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Jumat (10/08/2018) kemarin adalah hari terakhirnya menjalankan tugas di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Putusan Sandiaga mengundurkan diri dari jabatannya disebabkan karena akan maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Ketua Umum Prabowo Subianto dalam Pemilihan Presiden 2019.

Kegiatan terakhir Sandiaga di Balai Kota masih dijalani sebelum akhirnya mendaftar ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Melansir laporan Kompas.com, berikut adalah rangkuman kegiatan terakhir Sandiaga sebelum akhirnya berpisah dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

  1. Pukul 08.45, Hadiri Pameran Flona

Sandiaga menghadiri Pameran Flona. Ia datang ke Pameran Flora dan Fauna 2018 yang digelar di Lapangan Banteng. Acara ini merupakan undangan kegiatan di luar Balai Kota yang terakhir yang dihadiri Sandiaga sebagai wagub. Sesaat sebelum membuka pameran, dia mengungkapkan bahwa ini tugas terakhir dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

“Dengan mengucap bismillahirahmanirahim, Pameran Flona Jakarta ke 33 tahun 2018, atas nama Bapak Gubernur Anies Baswedan ini penugasan terakhir beliau kepada saya, disposisi hari ini, jadi saya selesaikan disposisi Beliau, secara resmi saya nyatakan dibuka,” kata Sandiaga.

Sandiaga membunyikan sirine, sebagai tanda dibukanya pameran tahunan itu. Perbedaan memang terlihat pada kegiatan pagi kemarin. Biasanya, Sandiaga selalu tepat waktu hadir dalam acara-acara yang memiliki kegiatan olahraga.

Kemarin pejabat DKI, siswa sekolah, dan tamu undangan memang senam dulu sebelum membuka acara Flona. Namun, Sandiaga melewatkan sesi senam itu dan datang terlambat. Setelah itu, dia meluncur ke Balai Kota DKI Jakarta.

  1. Pukul 09.30, Peluk Haru dari Kadishub

Sandiaga tiba di Balai Kota Sandiaga tiba di Balai Kota menggunakan mobil dinas Land Cruiser-nya. Ini merupakan kali terakhir Sandiaga menaiki mobil dinasnya. Termasuk dengan segala fasilitas yang mengiringinya selama menjadi wagub, seperti pengawalan voorijder dan mobil ajudan. Saat keluar dari mobil dinas, Sandiaga pun melakukan tingkah-tingkah tak biasanya. Dia mengecup gagang pintu, sebagai tanda perpisahan.

“Bye bye,” imbuh Sandiaga. Mobil itu memang menjadi transportasi Sandiaga yang digunakan untuk menjalankan tugas Pemprov DKI. Setelah mengundurkan diri, Sandiaga tak berhak lagi atas fasilitas tersebut.

Setelah berpisah dengan mobil dinasnya, Sandiaga berpisah dengan ruang kerjanya.

Namun sebelum itu, Sandiaga bertemu dulu dengan Kepala Dinas Perhubungan Andri Yansyah yang sejak tadi berdiri di dekatnya dengan mata berkaca-kaca. Dia langsung memeluk erat Andri. Menepuk-tepuk punggung Andri sambil mengatakan terima kasih.

“Terima kasih ya terima kasih,” kata Sandi.

  1. Pukul 10.00, Berpamitan dengan Anies

Tujuan Sandiaga ke Balai Kota sebenarnya adalah untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya kepada Anies. Sekitar pukul 10.00, Sandiaga masuk ke ruang kerja Anies sambil membawa surat itu. Beberapa menit setelahnya, awak media diizinkan untuk melihat proses pengunduran diri Sandiaga di ruang kerja Anies.

Surat-surat itu ditandatangani.

Dikatakan Anies, pihaknya akan segera memproses surat itu baik ke Kementerian Dalam Negeri maupun ke DPRD DKI Jakarta. Namun, kesempatan itu bukan hanya dipakai untuk menyerahkan surat saja. Kesempatan itu juga menjadi momen perpisahan bagi Anies-Sandi yang selama 10 bulan sudah bersama-sama.

Bagi Anies, duduk bersama Sandiaga di ruang kerjanya seperti ini telah menjadi rutinitas sehari-hari. Dia mengaku akan merindukan Sandiaga.

“Saya posting tadi pagi, kami duduk di sini rutin, kami selalu update, tidak ada hal yang tidak kami bicarakan, hal-hal apa pun kami diskusikan. Kemitraan itu terasa sekali. We will miss him,” papar Anies.

Namun, Sandiaga pergi untuk memperjuangkan amanah yang lebih berat.

Anies berdoa agar upaya Sandiaga dalam Pemilihan Presiden 2019 ini akan memberi kebaikan bagi Jakarta dan Indonesia.

Sandiaga sendiri mengaku akan merindukan semuanya, Anies dan Balai Kota. Belum apa-apa, dia sudah minta izin untuk diperbolehkan main.

“I’m gonna miss this place, tetapi kalau kangen-kangen boleh dong ke sini,” ujar Sandiaga.

Anies kemudian tertawa. Tentu saja Sandiaga boleh berkunjung ke Balai Kota. Apalagi, kata Anies, Sandiaga akan berkantor di dekat Balai Kota jika terpilih sebagai wakil presiden yaitu di Istana Wakil Presiden RI yang berada di samping Balai Kota.

“Boleh, siap-siap sebelum ke Merdeka Selatan sebelah,” imbuh Anies seraya tertawa.

Pertemuan terakhir itu berlangsung hangat. Anies dan Sandiaga mengakhirinya dengan berpelukan bersama. Mereka juga bertukar kain yang dikenakan saat itu.

  1. Pukul 10.30, Rapat Asian Games 2018

Hari itu, masih ada kegiatan yang harus dijalankan Sandiaga sebelum melepas jabatan wakil gubernur. Sandiaga ikut dalam rapat checking ketuntasan Asian Games 2018 di Ruang Pola, Blok G, Balai Kota.

Kesempatan itu digunakannya untuk berpamitan dengan tim Pemprov DKI yang selama ini terlibat dalam persiapan Asian Games.

“Hari ini adalah hari terakhir saya bertugas karena tadi suratnya sudah diterima Pak Gubernur,” kata Sandiaga. Ketua INASGOC Erick Thohir duduk di samping Sandiaga. Sandiaga mengatakan dia siap membantu untuk kelancaran Asian Games, meski bukan wakil gubernur lagi.

  1. Pukul 10.53, Meninggalkan Balai Kota

Sandiaga tak berlama-lama mengikuti rapat itu. Setelah mengucapkan kata-kata perpisahan, Sandiaga meninggalkan ruangan. Dia sempat mampir dulu ke ruang kerjanya. Tak lama setelah itu, Sandiaga pun bergegas meninggalkan Balai Kota. Kini tak ada lagi mobil dinas yang menanti Sandiaga di lobi.

Kali ini, Sandiaga akan diantar dengan mobil pribadi Nissan Grand Livina. Tak ada juga pengawalan Dinas Perhubungan seperti biasanya.

Sandiaga melambaikan tangan ke sekitar Balai Kota sebelum masuk ke dalam mobil.

“Terima kasih, terima kasih,” tutur Sandiaga.

Begitu Sandiaga masuk, mobil langsung melaju meninggalkan Balai Kota. Sandiaga membuka kaca jendela dan melambaikan tangan. Dia menuju Masjid Sunda Kelapa, untuk bersiap mendaftar ke KPU. Seiring dengan kepergian Sandiaga, kosong sudah jabatan wakil gubernur. Sandiaga telah secara resmi meninggalkan Balai Kota.