OSO Sebut MK Goblok, PDIP: Itu Ekspresi Kekecewaan Sebagai ‘Korban’


SURATKABAR.ID – Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Oesman Sapta Odang (OSO) meluapkan emosi dengan menyebut MK goblok dalam sebuah talk show di stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu. Menanggapi hal tersebut, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) buka suara.

PDIP, seperti yang dilansir dari laman Detik.com, pada Rabu (1/8/2018), menilai, kata-kata OSO tersebut hanyalah sebagai gambaran kekecewaan OSO terhadap putusan MK terkait pengurus partai dilarang maju sebagai senator dalam Pemilihan Legislatif (pileg) 2019 mendatang.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan DPP PDI P Eva Kusuma Sundari, pada Rabu (1/8). Ia mengaku bisa memahami bentuk kekecewaan OSO sebagai korban dari Putusan Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya paham luapan emosi Pak OSO sebagai ‘korban’ putusan. Saya yakin itu ekspresi kekecewaan, tapi saya yakin dia patuh pada putusan,” tutur Eva Kusuma Sundari, seperti dikutip dari laman Detik.com.

Lebih lanjut, Eva menyebut bahwa OSO sama sekali tidak bermaksud menyerang pihak MK dengan kalimat makian tersebut. Meski demikian, ia juga menganggap hakim memiliki hak penuh untuk mengingatkan OSO agar dapat lebih menghormati putusan yang dikeluarkan kelembagaan.

Baca Juga: PDIP Ungkit Kasus Kudatuli, Natalius Pigai: Selama Pimpin Negara Ini Kemana Aja?

“Dan (seharusnya OSO) tidak baper (karena putusan). Konsekuensi somasi adalah tidak melukai, dalam rangka mengingatkan saja, jadi Pak OSO tinggal minta maaf,” tambah Eva kemudian.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut juga menyebut insiden ini bisa dijadikan pembelajaran politik. Eva berharap agar ke depannya komunikasi politik semua pihak bisa terjalin dengan lebih baik.

“Ini pendidikan politik yang moderat, bagus untuk kita semua,” ungkapnya.

Dan seperti yang sudah diketahui, MK mensomasi OSO yang telah melontarkan umpatan tak pantas dengan menyebut lembaga tersebut goblok dalam sebuah talk show yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.

Ketua Umum Partai Hanura tersebut menolak mentah-mentah putusan MK yang melarang pengurus partai politik untuk mencalonkan diri menjadi anggota DPD.

Terkait hal tersebut, pihak Partai Hanura sudah buka suara. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Hanura Herry Lontung Siregar menilai bahwa pernyataan yang dikeluarkan OSO hanyalah ucapan semata, dan bukan perkataan yang mengacu pada hal negatif atau tendesius.

“Nggaklah, itu biasa. Ucapan saja,” tutur Herry ketika ditemui usai pertemuan sembilan sekjen partai politik koalisi dengan Joko Widodo (Jokowi) di Kafe Grand Garden, Kompleks Kebun Raya Bogor, pada Selasa (31/7) kemarin.